Cimahi, Cimahi Aktual — Semangat kemerdekaan sekaligus kecintaan terhadap seni dan budaya daerah menggema di Lapangan Terbuka Alun-Alun Kota Cimahi, Minggu (23/8/2026). Komite Tari Dewan Kebudayaan Kota Cimahi (DKKC) menggelar pagelaran bertema “Kariaan Agustusan – Cintai Budayamu, Cimahi Makin Mantap” dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.
Pagelaran tersebut menjadi momentum besar bagi pelestarian seni budaya di Kota Cimahi. Sebanyak 27 sanggar tari se-Kota Cimahi terlibat dengan menghadirkan sekitar 1.072 anak penari dalam pertunjukan kolosal yang berlangsung di ruang terbuka Alun-Alun Kota Cimahi.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Cimahi sebagai bagian dari upaya memperkuat pelestarian seni budaya sekaligus mendorong kreativitas generasi muda.
Para penari menampilkan sejumlah karya, di antaranya Tari Cimahi Kiwari, Tari Kasunyatan, dan Tari Campernik. Penampilan ribuan penari tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat Kota Cimahi yang memadati kawasan Alun-Alun untuk menyaksikan langsung pertunjukan.
Antusiasme masyarakat tidak hanya terlihat dari ramainya penonton, tetapi juga dari keterlibatan mereka dalam menikmati suasana perayaan kemerdekaan yang dikemas melalui seni dan budaya.
Seni Budaya Berjalan Bersama UMKM
Tidak hanya menjadi ruang apresiasi seni, “Kariaan Agustusan” juga menghadirkan stand bazar yang diisi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif.
Beragam produk lokal ditawarkan kepada masyarakat yang hadir. Kehadiran bazar membuat kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum kebudayaan, tetapi sekaligus membuka ruang transaksi dan mendorong perputaran ekonomi masyarakat Kota Cimahi.
Masyarakat dapat menikmati pertunjukan seni sekaligus mengenal dan membeli berbagai produk yang ditawarkan pelaku UMKM. Kolaborasi tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan kebudayaan dapat berjalan beriringan dengan pengembangan ekonomi kreatif.
Dengan demikian, ruang publik tidak hanya menjadi tempat pertunjukan, tetapi juga menjadi ruang interaksi antara seniman, masyarakat, pelaku UMKM, dan berbagai komunitas kreatif.
Ribuan Penari Jadi Bagian Semangat Kemerdekaan
Acara dipandu oleh Din Fikram dan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan doa yang dipimpin Ustadz Rizal.
Ketua Pelaksana, Kang Ganda, dalam laporan dan sambutannya menyampaikan rangkaian kegiatan yang melibatkan ribuan penari tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat kecintaan generasi muda terhadap seni dan budaya daerah.
Sementara itu, Wali Kota Cimahi Letkol (Purn) Ngatiyana, S.A.P., menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya terhadap penampilan para penari serta karya budaya yang ditampilkan.
Secara khusus, Ngatiyana mengapresiasi penampilan Tari Kasunyatan, Tari Campernik, dan Tari Cimahi Kiwariyang menjadi bagian dari pagelaran tersebut.
Ngatiyana juga mengajak masyarakat untuk terus menghormati jasa para pahlawan dengan mengisi kemerdekaan melalui karya dan prestasi.
Menurutnya, kemajuan daerah perlu berjalan seiring dengan penguatan budaya sebagai bagian dari jati diri masyarakat. Semangat berkarya dan melestarikan budaya menjadi salah satu cara generasi saat ini meneruskan perjuangan para pendahulu.
Dalam kesempatan tersebut, Ngatiyana turut menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Cimahi tengah mempersiapkan Mars dan Hymne Kota Cimahi sebagai bagian dari penguatan identitas daerah.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kemacetan yang terjadi selama pembangunan underpass dan jembatan di area Pemerintah Kota Cimahi.
Dihadiri Sejumlah Tokoh dan Sanggar Tari
Pagelaran budaya tersebut turut dihadiri Ketua Komisi IV DPRD Kota Cimahi Hj. Ike Hikmawati, S.S., M.Pd., Kepala Disbudparpora Kota Cimahi Drs. Dani Bastian, Ketua DKKC Siti Yanti Abintini, S.H., M.M., serta Ketua Komisi I DPRD Kota Cimahi Freddy Siagian.
Kegiatan semakin semarak melalui kolaborasi berbagai sanggar dan komunitas tari, di antaranya Catrik Palagan, PUTMAN, RTD, RKBM, Paramadina, Raisya Fitria, Wangi Sundana, LAOD, MONES, GAP, Askara, Mutiara, STB Purantara, Rengganis, SSGS, dan Jalinger.
Keterlibatan puluhan sanggar tersebut menunjukkan kuatnya ekosistem seni tari di Kota Cimahi sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk terus berproses, berkreasi, dan tampil di hadapan masyarakat.
Pada akhirnya, “Kariaan Agustusan – Cintai Budayamu, Cimahi Makin Mantap” menjadi ruang pertemuan antara seni, budaya, masyarakat, UMKM, dan ekonomi kreatif.
Dengan menghadirkan 27 sanggar dan sekitar 1.702 penari, kegiatan tersebut bukan hanya menyemarakkan HUT Kemerdekaan RI ke-81, tetapi juga memperlihatkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan penguatan aktivitas ekonomi masyarakat.
Semangat tersebut menjadi gambaran bahwa budaya bukan sekadar warisan yang dipertahankan, tetapi juga dapat menjadi ruang kreativitas, kebersamaan, sekaligus penggerak ekonomi kreatif di Kota Cimahi.
Reportase : Asri Mulyani
Jurnalis : Virgi Ali
Editor : Raden William












0 Komentar