Aktual

Komite Tari DKKC Hadirkan 1.072 Penari dalam “Kariaan Agustusan” di Alun-Alun Cimahi

Komite Tari Dewan Kebudayaan Kota Cimahi (DKKC) menggelar pagelaran bertema “Kariaan Agustusan”, Kota Cimahi, Jawa Barat, (23/8/2026).

Cimahi, Cimahi Aktual — Semangat kemerdekaan sekaligus kecintaan terhadap seni dan budaya daerah menggema di Lapangan Terbuka Alun-Alun Kota Cimahi, Minggu (23/8/2026). Komite Tari Dewan Kebudayaan Kota Cimahi (DKKC) menggelar pagelaran bertema “Kariaan Agustusan – Cintai Budayamu, Cimahi Makin Mantap” dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.

Pagelaran tersebut menjadi momentum besar bagi pelestarian seni budaya di Kota Cimahi. Sebanyak 27 sanggar tari se-Kota Cimahi terlibat dengan menghadirkan sekitar 1.072 anak penari dalam pertunjukan kolosal yang berlangsung di ruang terbuka Alun-Alun Kota Cimahi.

Kariaan Agustusan – Cintai Budayamu, Cimahi Makin Mantap, dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Alun- Alun Kota Cimahi, (23/8/2026).

Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Cimahi sebagai bagian dari upaya memperkuat pelestarian seni budaya sekaligus mendorong kreativitas generasi muda.

Para penari menampilkan sejumlah karya, di antaranya Tari Cimahi Kiwari, Tari Kasunyatan, dan Tari Campernik. Penampilan ribuan penari tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat Kota Cimahi yang memadati kawasan Alun-Alun untuk menyaksikan langsung pertunjukan.

Pagelaran yang menjadi momentum besar bagi pelestarian seni budaya di Kota Cimahi, Jawa Barat, (23/8/2026).

Antusiasme masyarakat tidak hanya terlihat dari ramainya penonton, tetapi juga dari keterlibatan mereka dalam menikmati suasana perayaan kemerdekaan yang dikemas melalui seni dan budaya.

Seni Budaya Berjalan Bersama UMKM

Tidak hanya menjadi ruang apresiasi seni, “Kariaan Agustusan” juga menghadirkan stand bazar yang diisi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif.

Sebanyak 27 sanggar tari se-Kota Cimahi terlibat dengan menghadirkan sekitar 1.702 anak penari, Jawa Barat, (23/8/2026).

Beragam produk lokal ditawarkan kepada masyarakat yang hadir. Kehadiran bazar membuat kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum kebudayaan, tetapi sekaligus membuka ruang transaksi dan mendorong perputaran ekonomi masyarakat Kota Cimahi.

Masyarakat dapat menikmati pertunjukan seni sekaligus mengenal dan membeli berbagai produk yang ditawarkan pelaku UMKM. Kolaborasi tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan kebudayaan dapat berjalan beriringan dengan pengembangan ekonomi kreatif.

Kegiatan mendapat dukungan dari Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Cimahi, Jawa Barat, (23/8/2026).

Dengan demikian, ruang publik tidak hanya menjadi tempat pertunjukan, tetapi juga menjadi ruang interaksi antara seniman, masyarakat, pelaku UMKM, dan berbagai komunitas kreatif.

Ribuan Penari Jadi Bagian Semangat Kemerdekaan

Acara dipandu oleh Din Fikram dan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan doa yang dipimpin Ustadz Rizal.

Para penari menampilkan sejumlah karya, di antaranya Tari Cimahi Kiwari, Tari Kasunyatan, dan Tari Campernik, Kota Cimahi, (23/8/2026).

Ketua Pelaksana, Kang Ganda, dalam laporan dan sambutannya menyampaikan rangkaian kegiatan yang melibatkan ribuan penari tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat kecintaan generasi muda terhadap seni dan budaya daerah.

Seni Budaya Berjalan Bersama UMKM, stand bazar yang diisi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif, Kota Cimahi, Jawa Barat, (23/8/2026)

Sementara itu, Wali Kota Cimahi Letkol (Purn) Ngatiyana, S.A.P., menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya terhadap penampilan para penari serta karya budaya yang ditampilkan.

Secara khusus, Ngatiyana mengapresiasi penampilan Tari Kasunyatan, Tari Campernik, dan Tari Cimahi Kiwariyang menjadi bagian dari pagelaran tersebut.

Ngatiyana juga mengajak masyarakat untuk terus menghormati jasa para pahlawan dengan mengisi kemerdekaan melalui karya dan prestasi.

Ngatiyana mengajak masyarakat untuk terus menghormati jasa para pahlawan dengan mengisi kemerdekaan melalui karya dan prestasi, Kota Cimahi, Jawa Barat, (23/8/2026).

Menurutnya, kemajuan daerah perlu berjalan seiring dengan penguatan budaya sebagai bagian dari jati diri masyarakat. Semangat berkarya dan melestarikan budaya menjadi salah satu cara generasi saat ini meneruskan perjuangan para pendahulu.

Dalam kesempatan tersebut, Ngatiyana turut menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Cimahi tengah mempersiapkan Mars dan Hymne Kota Cimahi sebagai bagian dari penguatan identitas daerah.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kemacetan yang terjadi selama pembangunan underpass dan jembatan di area Pemerintah Kota Cimahi.

Kegiatan semakin semarak melalui kolaborasi berbagai sanggar dan komunitas tari, Kota Cimahi, (23/8/2026).

Dihadiri Sejumlah Tokoh dan Sanggar Tari

Pagelaran budaya tersebut turut dihadiri Ketua Komisi IV DPRD Kota Cimahi Hj. Ike Hikmawati, S.S., M.Pd., Kepala Disbudparpora Kota Cimahi Drs. Dani Bastian, Ketua DKKC Siti Yanti Abintini, S.H., M.M., serta Ketua Komisi I DPRD Kota Cimahi Freddy Siagian.

Keterlibatan puluhan sanggar tersebut menunjukkan kuatnya ekosistem seni tari di Kota Cimahi, (23/8/2026).

Kegiatan semakin semarak melalui kolaborasi berbagai sanggar dan komunitas tari, di antaranya Catrik Palagan, PUTMAN, RTD, RKBM, Paramadina, Raisya Fitria, Wangi Sundana, LAOD, MONES, GAP, Askara, Mutiara, STB Purantara, Rengganis, SSGS, dan Jalinger.

Keterlibatan puluhan sanggar tersebut menunjukkan kuatnya ekosistem seni tari di Kota Cimahi sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk terus berproses, berkreasi, dan tampil di hadapan masyarakat.

Pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan penguatan aktivitas ekonomi masyarakat, Kota Cimahi, Jawa Barat, (23/8/2026).

Pada akhirnya, “Kariaan Agustusan – Cintai Budayamu, Cimahi Makin Mantap” menjadi ruang pertemuan antara seni, budaya, masyarakat, UMKM, dan ekonomi kreatif.

Dengan menghadirkan 27 sanggar dan sekitar 1.702 penari, kegiatan tersebut bukan hanya menyemarakkan HUT Kemerdekaan RI ke-81, tetapi juga memperlihatkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan penguatan aktivitas ekonomi masyarakat.

Budaya bukan sekadar warisan yang dipertahankan, tetapi juga dapat menjadi ruang kreativitas, Kota Cimahi, Jawa Barat, (23/8/2026).

Semangat tersebut menjadi gambaran bahwa budaya bukan sekadar warisan yang dipertahankan, tetapi juga dapat menjadi ruang kreativitas, kebersamaan, sekaligus penggerak ekonomi kreatif di Kota Cimahi.


Reportase : Asri Mulyani 

Jurnalis : Virgi Ali 

Editor : Raden William

0 Komentar

Iklan Banner

Pasang Iklan Disini

Type and hit Enter to search

Close