Cimahi, Cimahi Aktual – Bukan sekadar memajang lukisan, CimaArt menghadirkan ruang perjumpaan seni, sastra, dan gagasan dalam pembukaan ART Fair “Episentrum Seni Rupa 2 Dimensi” bertema “Titik Temu Rasa, Warna, dan Gagasan”, di Cimahi Mall, Jalan Gandawijaya, Kelurahan Setiamanah, Kota Cimahi, Jawa Barat, Sabtu (1/8/2026).
Pameran tersebut mempertemukan seniman, budayawan, pengusaha, penulis, jurnalis, serta komunitas dari Bandung Raya dalam satu ruang kreatif. Bagi CimaArt, pertemuan berbagai latar belakang tersebut menjadi bagian penting untuk membangun percakapan baru melalui seni.
Episentrum Seni Rupa 2 Dimensi berlangsung selama satu bulan penuh, mulai Agustus hingga September 2026. Sepanjang rangkaian kegiatan, masyarakat dapat menikmati karya seni rupa dua dimensi sekaligus berbagai aktivitas seni dan sastra.
Tema “Titik Temu Rasa, Warna, dan Gagasan” terasa kuat sejak pembukaan. Karya seni tidak hanya menjadi objek visual, tetapi juga menjadi medium bagi seniman untuk menyampaikan pengalaman, keresahan, perasaan, dan gagasan yang lahir dari lingkungan maupun kehidupan sehari-hari.
Menariknya, pembukaan tidak hanya diisi dengan seni rupa. Panggung sastra turut mengambil bagian melalui sejumlah penampilan puisi.
Yoyo C Durachman, tampil membawakan puisi “Zaman Edan”, menyuarakan refleksi mengenai kehidupan dan perubahan zaman.
Kemudian hadir Abrizam dari Balik Heula Ka Cimahi (BHKC) dengan puisi “Tuhan Tak Pernah Salah”.
Abrizam merupakan penyandang autisme yang memiliki kemampuan di bidang sastra. Penampilannya menjadi salah satu warna menarik dalam pembukaan ART Fair sekaligus memperlihatkan bahwa seni merupakan ruang yang terbuka bagi siapa saja untuk mengekspresikan kemampuan dan kreativitas.
Melalui sastra, Abrizam tidak hanya tampil di hadapan penonton, tetapi juga menyampaikan gagasan dan perasaannya melalui bahasa puisi. Kehadirannya menjadi gambaran bahwa ruang seni yang inklusif dapat memberikan kesempatan bagi setiap individu untuk menunjukkan potensi.
Berikutnya, Ayuni Sumarni dari Ansamble Larasvara membawakan puisi “Surut Ego Aku”. Penampilan tersebut menambah dimensi ekspresi dalam kegiatan yang mempertemukan seni rupa dengan sastra.
Sementara itu, Lin Karliana dari Rumah Literasi Bunga Rampai turut hadir dalam rangkaian kegiatan. Sedangkan Didin Tulus hadir sebagai penulis, memperkuat nuansa literasi dalam pertemuan kreatif tersebut.
Bagi seniman Dedi Syarif, keberadaan ruang pertemuan seperti ini tidak terlepas dari pentingnya sinergi antarpelaku seni.
“Seni akan berkembang ketika kita bisa bersinergi dan saling membuka ruang,” ujar Dedi.
Pandangan mengenai ekspresi disampaikan Hermana HMT dari Yayasan Kebudayaan Bandoeng Mooi (YKBM). Menurutnya, karya seni memiliki kekuatan untuk menyampaikan sesuatu yang terkadang tidak dapat dijelaskan hanya dengan kata-kata.
“Karya adalah ruang untuk menyampaikan rasa dan gagasan,” ungkap Hermana.
Sementara Febri Satria Yazid, S.E., melihat Episentrum sebagai ruang bertemunya berbagai energi kreatif. Karya, komunitas, gagasan, dan interaksi menjadi bagian yang saling berkaitan dalam membangun ekosistem seni.
Pemilihan Cimahi Mall sebagai lokasi pameran juga menjadi daya tarik tersendiri. Seni ditempatkan di tengah ruang publik yang dekat dengan aktivitas masyarakat, sehingga pameran dapat menjangkau penonton yang lebih beragam.
Pengunjung tidak hanya datang untuk melihat karya, tetapi juga berkesempatan menikmati penampilan puisi dan merasakan langsung suasana pertemuan para pelaku seni dan budaya.
Kehadiran ART Fair ini sekaligus menunjukkan bahwa perkembangan seni di Cimahi tidak berhenti pada kegiatan pertunjukan. Seni rupa, sastra, literasi, komunitas, dunia usaha, dan media dapat berjalan berdampingan serta membangun ruang kreatif bersama.
Selama satu bulan ke depan, Episentrum Seni Rupa 2 Dimensi akan menjadi salah satu ruang yang mempertemukan berbagai perspektif. Setiap karya membawa cerita, setiap warna membawa rasa, dan setiap gagasan memiliki ruang untuk didengar.
Dari Cimahi, CimaArt memperlihatkan bahwa seni bukan hanya untuk dilihat, tetapi juga untuk dirasakan, dipikirkan, dan dipertemukan.
Cimahi Aktual | Merawat Informasi, Menghidupkan Inspirasi.
Jurnalis : Virgi Ali
Editor : Raden William






0 Komentar