Cimahi, Cimahi Aktual — Obrolan ringan di Inaka Coffee, Jl. Padat Karya No 212, Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Jawa Barat, Kamis (17/9/2026), berkembang menjadi diskusi hangat mengenai ekonomi kreatif, pariwisata, produk lokal, hingga pentingnya membangun identitas Kota Cimahi.
Suasana pertemuan berlangsung santai dan penuh keakraban. Namun, dari percakapan tersebut muncul sejumlah gagasan yang menarik untuk pengembangan potensi Cimahi.
Ketua Komite Ekonomi Kreatif Kota Cimahi, H. Ainul Hidayat, berbicara mengenai pentingnya agenda tourism serta konsistensi dalam mengembangkan potensi ekonomi kreatif. Ia juga menyoroti pentingnya Hak Kekayaan Intelektual Komunal, agar berbagai potensi dan kekhasan produk lokal dapat diperkuat dan dikembangkan lebih luas.
Sementara itu, H. Yudhi Suherli, Komisaris Cimahi Aktual, menekankan perlunya penguatan pada setiap subsektor ekonomi kreatif. Menurutnya, pelaku ekonomi kreatif perlu tumbuh secara mandiri dan mampu menjadi penggerak sekaligus penggagas dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif Kota Cimahi.
Gagasan lainnya disampaikan Lin Karliana, Kepala Direksi Cimahi Aktual, yang menyoroti pentingnya menghadirkan ruang informasi tentang Kota Cimahi sekaligus memperkuat keberadaan produk lokal, termasuk konsep oleh-oleh khas Cimahi.
Menurut Lin, pusat informasi Kota Cimahi dapat dikembangkan melalui kolaborasi dengan mall, tempat-tempat strategis, maupun lokasi lain yang memiliki potensi untuk menjadi ruang interaksi dan informasi. Bahkan, sebuah lokasi tidak harus selalu berada di titik yang dianggap strategis, selama mampu menjadi tempat yang efektif untuk memperkenalkan potensi Cimahi.
Pandangan tersebut kemudian diperkuat Asri Mulyani, jurnalis Cimahi Aktual. Ia melihat bahwa berbagai gagasan yang disampaikan dalam diskusi tersebut memiliki keterkaitan satu sama lain. Penguatan subsektor ekonomi kreatif, konsistensi agenda pariwisata, perlindungan kekayaan intelektual, serta pusat informasi dan promosi produk lokal dapat menjadi bagian dari ekosistem yang saling mendukung.
Menurut Asri, ruang-ruang diskusi seperti ini penting untuk terus dibangun karena gagasan tidak selalu lahir dari forum yang formal. Percakapan sederhana pun dapat menjadi awal untuk menemukan perspektif baru dan membuka peluang kolaborasi.
“Yang terpenting bukan hanya bagaimana sebuah gagasan dibicarakan, tetapi bagaimana gagasan tersebut dapat terus dikawal, dikembangkan, dan menemukan ruang untuk diwujudkan,” menjadi semangat yang mengemuka dalam diskusi.
Dari Inaka Coffee, empat perspektif pun bertemu dalam satu suasana yang sederhana: konsistensi, kemandirian, kolaborasi, identitas, dan penguatan potensi lokal.
Sebuah obrolan ringan yang mungkin sederhana, tetapi menyimpan gagasan untuk melihat Cimahi dari sudut yang lebih luas.
Jurnalis : Virgi Ali
Editor : Raden William

0 Komentar