Cimahi, Cimahi Aktual - Cimahi Street Musik (CSM), kembali digelar pada momen setelah Idul Fitri, tepatnya pada Sabtu malam Minggu dengan mengusung tema Halal Bihalal. Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan budaya, musik, (11/4/2026), dan kebersamaan warga dalam suasana pasca-Lebaran yang hangat dan penuh antusiasme.
Acara yang dimulai pukul 16.00 WIB ini dibuka dengan penampilan Sanggar Tari RTD yang menampilkan tarian khas berjudul Saka Sunda. Pertunjukan ini berhasil memukau penonton dengan kostum yang unik serta gerakan yang sarat makna budaya. Tarian Saka Sunda sendiri merupakan representasi dari ciri khas Kampung Adat Cireundeu, yang dikenal sebagai kampung adat dengan nilai-nilai kearifan lokal yang kuat.
Setiap gerakan dalam tarian tersebut mengandung filosofi mendalam tentang sejarah, kehidupan, serta kesederhanaan. Nilai-nilai tersebut sekaligus mengajarkan pentingnya menjaga warisan budaya sebagai identitas yang harus terus dilestarikan oleh generasi muda.
Pada agenda malam hari, seharusnya dilanjutkan dengan penampilan musik dari Band Big Father dan Falsafatuna. Namun, pertunjukan tersebut terpaksa tidak dapat dilaksanakan secara maksimal akibat kondisi cuaca yang kurang mendukung. Hujan deras yang turun sejak menjelang waktu Maghrib menyebabkan penurunan jumlah penonton serta akhirnya membuat rangkaian acara malam dibatalkan demi keamanan dan kenyamanan bersama.
Meski demikian, Cimahi Street Musik tetap menunjukkan eksistensinya sebagai ikon hiburan ruang publik di Kota Cimahi. Kegiatan ini secara konsisten menjadi wadah ekspresi seni sekaligus penggerak ekonomi kreatif lokal melalui perpaduan musik, budaya, dan kuliner.
Ke depan, Cimahi Street Musik diharapkan terus berkembang menjadi destinasi wisata budaya yang mampu menarik perhatian masyarakat luas, sekaligus memperkuat identitas Kota Cimahi sebagai kota kreatif yang hidup dari kolaborasi seni dan komunitas.
Reportase : Asri Mulyani
Jurnalis : Virgi Ali, Eel

0 Komentar