![]() |
| Fenomena alam langka berupa Gerhana Bulan Total tidak dapat terpantau secara optimal di langit, Kel.Citeureup ,Kota Cimahi, Jawa Barat (3/3/2026). |
Cimahi, Cimahi Aktual — Harapan warga untuk menyaksikan fenomena langka Gerhana Bulan Total pada Selasa (3/3/2026) harus tertahan awan. Sejak menjelang magrib, langit Kota Cimahi diselimuti mendung tebal disertai gerimis ringan, membuat momen “Blood Moon” tak tampak sempurna di cakrawala timur.
Padahal secara astronomis, peristiwa ini tergolong istimewa. Gerhana bulan total terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus, sehingga Bulan purnama memasuki bayangan inti (umbra) Bumi. Data astronomi mencatat magnitudo gerhana mencapai 1.1526, dengan fase total berlangsung hampir satu jam, mulai pukul 18.04 WIB hingga 19.02 WIB. Dalam kondisi cerah, seharusnya Bulan tampak berwarna merah pekat akibat pembiasan cahaya Matahari oleh atmosfer Bumi.
Namun di Cimahi, keindahan itu hanya menjadi cerita. Beberapa warga yang telah bersiap dengan kamera ponsel dan teleskop sederhana mengaku hanya melihat siluet samar tanpa rona kemerahan yang khas. “Sudah tunggu dari habis asar, tapi awannya tebal sekali,” ujar Rian (27), warga Citeureup, yang berharap bisa mengabadikan momen tersebut.
![]() |
| Bulan tampak kembali bersinar terang dan indah setelah sepenuhnya keluar dari bayangan Bumi, Kel.Citeureup, Kota Cimahi, Jawa Barat (4/3/2026). |
Meski langit tak bersahabat, suasana malam justru terasa semakin syahdu. Bertepatan dengan bulan suci Ramadhan, gema takbir mengalun dari berbagai masjid di penjuru kota. Di lingkungan Masjid Al Istiqomah RT 04 RW 08, Kelurahan Citeureup, warga berkumpul dalam nuansa ibadah yang khidmat. Fenomena alam dan lantunan doa menyatu, menghadirkan pengalaman batin yang tak kalah berkesan.
Menariknya, sekitar pukul 04.00 WIB dini hari (4/3/2026), langit Cimahi berangsur cerah. Bulan kembali tampak bersinar terang setelah sepenuhnya keluar dari bayangan Bumi. Walau warga melewatkan fase puncak gerhana, momen dini hari itu menjadi penutup yang menenangkan, seolah alam tetap memberi hadiah kecil bagi mereka yang masih terjaga.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa tak semua keindahan bisa disaksikan secara utuh. Ada kalanya awan menutup pandangan, namun tidak mengurangi makna. Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 mungkin tak terlihat jelas di Cimahi, tetapi tetap tercatat sebagai bagian dari harmoni kosmik dan kenangan kolektif warga kota.
Reportase/Jurnalis : Virgi Ali
Editor : Ghaza


0 Komentar