![]() |
| Denyut kreatif latihan ke-3 Masteci, Pendopo DPRD Kota Cimahi, Jawa Barat (27/2/2026). |
Cimahi, Cimahi Aktual - Ruang Pendopo DPRD Kota Cimahi menjadi saksi denyut kreatif latihan ke-3 Masyarakat Teater Cimahi (Masteci) dalam rangka persiapan pementasan “Hatedu” yang akan digelar April mendatang. Latihan berlangsung pukul 16.00 hingga 20.00 WIB, menghadirkan eksplorasi mendalam pada pemeranan, musikalitas, komposisi gerak dan ekspresi panggung.
Fokus latihan meliputi pendalaman peran di setiap adegan, pemahaman cerita dan lirik lagu, eksplorasi ekspresi emosional, hingga penciptaan gerak koreografi yang menyatu dengan dramatika naskah. Seluruh proses dirancang sebagai satu kesatuan estetik—di mana aktor tidak hanya tampil, tetapi menjelma menjadi peristiwa (27/8/2026).
Sesi Wawancara: Pendalaman Rasa & Proses Kreatif
![]() |
| Pendalaman Rasa & Proses Kreatif, Masteci, Kota Cimahi, Jawa Barat (27/2/2026). |
Dalam sesi wawancara di sela latihan, komposer sekaligus penggagas musikal karya ini, Yeki Maulana, menekankan pentingnya kedalaman interpretasi dalam membangun karakter.
“Lagu dalam ‘Hatedu’ bukan sekadar pengiring adegan. Ia adalah suara batin tokoh. Maka aktor harus memahami konteks cerita hingga ke akar emosinya. Saat bernyanyi, mereka sedang berbicara sebagai karakter, bukan sebagai diri sendiri,” ungkap Yeki.
Dari sisi penyutradaraan gerak dan tata panggung, Donna menjelaskan proses adaptasi blocking, aransemen lagu, hingga penciptaan koreografi yang terus disempurnakan.
“Kami melatih gestur dan ekspresi secara detail. Tantangannya adalah mempertahankan energi dan kejujuran rasa dari awal hingga akhir adegan. Tubuh aktor harus peka, tidak boleh kosong,” jelas Donna dalam sesi wawancara.
Ia menambahkan bahwa koreografi dalam “Hatedu” tidak berdiri sendiri sebagai tarian, melainkan sebagai bahasa tubuh yang mempertegas konflik dan dinamika cerita.
Sementara itu, aransemen musik digarap oleh Berkad Pandapotan, yang untuk sementara mengusung format akustik menggunakan gitar dan violin.
“Konsepnya intim dan emosional. Petikan gitar dan gesekan violin memberi ruang pada vokal serta dialog agar terasa lebih hidup dan menyentuh,” ujar Berkad.
Salah satu aktor Masteci, Alfi Arizki, juga membagikan pengalamannya selama proses latihan.
“Yang paling sulit adalah menjaga konsistensi gestur dan ekspresi, terutama ketika emosi harus naik turun dalam satu adegan. Tapi di situlah proses pendewasaan aktor terjadi,” katanya.
Menuju April: Teater sebagai Peristiwa
![]() |
| Dengan semangat kolektif dan proses yang semakin matang, Masteci, Pendopo Aula DPRD Kota cimahi, Jawa Barat (27/2/2026). |
Latihan ke-3 ini menjadi fase penting dalam pembentukan karakter, penyatuan musikal dan dramatik, serta penguatan visi artistik pertunjukan. “Hatedu” diproyeksikan sebagai pertunjukan teater yang tidak hanya menawarkan estetika panggung, tetapi juga pengalaman batin yang reflektif.
Dengan semangat kolektif dan proses yang semakin matang, Masyarakat Teater Cimahi optimistis pementasan April mendatang akan menjadi momentum penting bagi perkembangan teater komunitas di Cimahi dan kancah nasional.
Reportase/Jurnalis : Virgi Ali
Editor : Ghaza



0 Komentar