Cimahi, Cimahi Aktual — Suasana malam di Eco Wisata Cimahi (EWIC), Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, terasa berbeda pada Sabtu (31/10/2026). Perpaduan suasana alam bambu, gemerlap lampu, pertunjukan musik, bincang kreatif, hingga ragam kuliner menghadirkan pengalaman wisata malam yang memiliki daya tarik tersendiri.
Berlangsung pukul 18.30–22.00 WIB, EWIC Saturday Session (SS) tidak sekadar menjadi ruang hiburan bagi masyarakat. Kegiatan ini juga mempertemukan seni pertunjukan, kebudayaan, ekonomi kreatif, dan potensi pariwisata dalam satu ruang interaksi yang terbuka dan inklusif.
Dipandu Tito Iskandar, sesi bincang kreatif dikemas dengan pendekatan santai, komunikatif, dan interaktif. Pengunjung tidak hanya diajak menikmati pertunjukan, tetapi juga mengenal cerita, gagasan, proses kreatif, serta potensi ekonomi di balik karya dan aktivitas yang ditampilkan.
EWIC Saturday Session merupakan bagian dari agenda mingguan Kota Cimahi yang terselenggara melalui kolaborasi Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Cimahi, Komite Ekonomi Kreatif Kota Cimahi, serta Progressive Entertainment. Dalam kegiatan ini, Cimahi Aktual hadir sebagai mitra media, sementara Cimitage Ambassador turut menjadi bagian dari dukungan promosi dan pengenalan potensi kreatif Kota Cimahi. Acara SS juga di hadiri Asisten Walikota Cimahi Drs. Ahmad Nuryana, serta dari disbudparpora Kota Cimahi Inge Sulistiawati, S.IP., M.Si.
Ekonomi Kreatif Bertemu Potensi Wisata Malam
EWIC Saturday Session memperlihatkan bagaimana subsektor musik, kuliner, hiburan, dan pariwisata dapat saling menguatkan. Ruang wisata tidak hanya menjadi tempat kunjungan, tetapi juga dapat berkembang menjadi panggung ekspresi, ruang promosi, sekaligus peluang ekonomi bagi pelaku kreatif dan UMKM.
Dari sisi pertunjukan, home band Ewicoustic menjadi bagian dari identitas musikal EWIC Saturday Session. Sementara itu, penampilan spesial Taonamii Band turut menyemarakkan suasana melalui konsep musik urban pop dengan karakter musikal yang memberikan warna tersendiri bagi pengunjung.
Kehadiran musik dalam format pertunjukan langsung dan suasana jamming menjadikan interaksi antara musisi dan pengunjung terasa lebih dekat. Panggung tidak hanya menjadi tempat untuk tampil, tetapi juga ruang pertemuan, apresiasi, dan pertukaran kreativitas antarpelaku seni.
Ruang Inklusif untuk Gagasan dan Kolaborasi
Dalam sesi bincang santai, Dr.Trivena Rini Bulan Suyanti ,M.Si.,S.S.,yang merupakan penggerak ekonomi kreatif, menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya ruang kegiatan yang inklusif di Kota Cimahi.
Menurutnya, Cimahi memiliki sumber daya manusia dan potensi kreatif yang melimpah. Karena itu, diperlukan ruang yang mampu mempertemukan berbagai komunitas, pelaku seni, serta masyarakat untuk menampilkan kemampuan dan mengembangkan gagasan.
Kegiatan seperti Saturday Session dapat menjadi salah satu sarana untuk menikmati hiburan sekaligus membuka peluang kolaborasi. Dengan agenda yang berlangsung secara rutin setiap minggu, kegiatan ini berpotensi membangun ekosistem kreatif yang semakin hidup dan memberikan nilai tambah bagi potensi wisata Kota Cimahi.
Ruang interaksi tersebut juga membuka kesempatan bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk secara langsung kepada masyarakat. Salah satunya melalui kehadiran Tia Nurullita S.Ds., Marketing Komunikasi Resto Jago Sunda, yang turut mengapresiasi Saturday Session sebagai sarana promosi produk sekaligus ruang kolaborasi.
Ia melihat kegiatan ini memiliki nilai lebih karena pengunjung tidak hanya datang untuk menikmati hiburan, tetapi juga dapat mengenal produk, membangun jejaring, bahkan terlibat langsung dalam aktivitas seni.
Menariknya, Tia juga menyampaikan ketertarikannya untuk ikut bernyanyi dalam sesi jamming. Hal tersebut memperlihatkan bahwa Saturday Session membuka ruang partisipasi yang tidak terbatas pada kalangan musisi, melainkan juga masyarakat dan pelaku usaha yang ingin terlibat dalam suasana kreatif.
Daya Tarik Wisata Malam dengan Pengalaman Multisensori
Salah satu kekuatan EWIC Saturday Session terletak pada suasana tempat yang menawarkan pengalaman berbeda. Nuansa alam dengan lingkungan bambu, tata cahaya lampu yang berkelap-kelip, serta atmosfer malam yang hangat membangun karakter wisata yang tidak hanya mengandalkan pertunjukan.
Pengalaman pengunjung semakin lengkap melalui kehadiran ragam kuliner dan minuman yang dapat dinikmati selama kegiatan berlangsung. Perpaduan suasana alam, visual tata cahaya, musik, aroma, dan cita rasa kuliner menghadirkan pengalaman multisensori yang menjadi daya tarik tersendiri.
Konsep tersebut memberikan gambaran bahwa wisata malam dapat dikembangkan melalui pendekatan yang lebih kreatif. Bukan hanya menawarkan tempat untuk berkumpul, tetapi juga menghadirkan pengalaman, interaksi, dan kenangan yang membuat pengunjung memiliki alasan untuk kembali.
Di sisi lain, keterlibatan pelaku kuliner dan UMKM menjadi elemen penting dalam membangun nilai ekonomi kegiatan. Kehadiran pengunjung berpotensi menciptakan perputaran ekonomi, memperluas pengenalan produk, serta membuka peluang pasar bagi usaha lokal.
Membangun Nilai Jual Kreativitas Cimahi
EWIC Saturday Session menjadi gambaran bahwa pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata dapat berjalan beriringan. Musik menjadi daya tarik, kebudayaan menjadi identitas, kuliner menjadi penguat pengalaman, sementara ruang wisata menjadi wadah yang mempertemukan seluruh potensi tersebut.
Konsistensi penyelenggaraan, keberagaman konten, serta keterlibatan komunitas dan pelaku UMKM menjadi faktor penting agar kegiatan mingguan ini terus berkembang. Dengan demikian, EWIC tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata, tetapi juga berpotensi menjadi ruang tumbuh bagi kreativitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Lebih jauh, konsep wisata malam berbasis kreativitas ini dapat menjadi salah satu alternatif penguatan daya tarik Kota Cimahi. Sebuah pendekatan yang menghadirkan hiburan sekaligus nilai ekonomi, ruang apresiasi kebudayaan, dan kesempatan bagi sumber daya manusia lokal untuk menunjukkan potensinya.
Melalui EWIC Saturday Session, Cimahi memiliki ruang untuk memperlihatkan bahwa kreativitas bukan sekadar tontonan, melainkan juga aset yang dapat dikembangkan menjadi pengalaman wisata dan memiliki nilai jual. Sebab, ketika seni, budaya, kuliner, dan pariwisata bertemu dalam satu ruang, yang tumbuh bukan hanya suasana hiburan, tetapi juga peluang ekonomi kreatif bagi masyarakat.
Jurnalis : Virgi Ali
Editor : Raden William





0 Komentar