Aktual

Pasanggiri Jaipong Mustika, Ruang Regenerasi Seni Tari dan Pelestarian Budaya Sunda di Cimahi

Kegiatan yang menjadi bagian dari upaya memperkenalkan dan meningkatkan apresiasi, Kota Cimahi, Jawa Barat, (31/10/2026).

Cimahi, Cimahi Aktual — Seni tari Jaipong kembali mendapat ruang untuk tumbuh dan berkembang melalui Pasanggiri Jaipong yang diselenggarakan Event Organizer (EO) Mustika, (31/10/2026), di Rooftop Cimahi Mall, Jalan Gandawijaya, Kota Cimahi, Jawa Barat.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan, meningkatkan apresiasi, sekaligus melestarikan seni budaya tradisional Sunda, khususnya Jaipong, agar tetap dikenal dan diminati oleh generasi muda.

Pasanggiri tersebut dihadiri perwakilan Dewan Kebudayaan Kota Cimahi (DKKC), Lin Karliana, S.Pd. dan Herawati. Kehadiran DKKC menjadi bentuk perhatian terhadap ruang-ruang ekspresi seni dan budaya yang melibatkan masyarakat, khususnya kalangan anak-anak dan remaja.

Dalam sesi wawancara, Sekretaris penyelenggara, Thirty Oktavia, A.Md., menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga wadah bagi para penari untuk mengembangkan kemampuan, menunjukkan kreativitas, serta membangun kecintaan terhadap seni tari tradisional.

Menurutnya, Pasanggiri Jaipong kali ini merupakan penyelenggaraan yang ketiga. Kompetisi dibuka untuk kategori umum dengan pembagian kelompok peserta berdasarkan jenjang pendidikan, mulai dari siswa SD kelas 1–3, SD kelas 4–6, SMP, hingga SMA.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin meningkatkan sekaligus melestarikan budaya, serta memberikan wadah bagi para penari untuk menampilkan kemampuan dan kreativitasnya," ungkap Thirty.

Untuk menjaga kualitas penilaian, penyelenggara menghadirkan dua juri, yakni Ketua RKBM, Mei Suprihartini, S.T., CHA, CCMHC, CH, yang akrab disapa Bunda Mei dan Adila, yang bertugas memberikan penilaian terhadap penampilan para peserta.

Pasanggiri Jaipong Mustika memperlihatkan bahwa pelestarian budaya membutuhkan ruang, kesempatan, dan keberlanjutan, Kota Cimahi, (31/10/2026).

Lebih dari sekadar kompetisi, Pasanggiri Jaipong memiliki nilai penting dalam keberlangsungan seni pertunjukan. Setiap penampilan menjadi ruang pembelajaran, mulai dari penguasaan gerak, irama, ekspresi, hingga penghayatan terhadap karakter tari Jaipong.

Dari sisi ekonomi kreatif, kegiatan seperti ini turut membuka peluang bagi tumbuhnya ekosistem seni pertunjukan. Keterlibatan penari, pelatih, sanggar tari, juri, hingga penyelenggara menjadi bagian dari mata rantai kreativitas yang dapat terus dikembangkan.

Pemilihan rooftop Cimahi Mall sebagai lokasi kegiatan juga menghadirkan seni tradisional di tengah ruang publik dan pusat aktivitas masyarakat. Dengan demikian, seni budaya tidak hanya hadir dalam panggung-panggung formal, tetapi juga dapat dinikmati lebih dekat oleh masyarakat.

Thirty Oktavia menambahkan, Mustika berencana melanjutkan penyelenggaraan event serupa ke depan. Setelah tiga kali menggelar Pasanggiri Jaipong, pihaknya menargetkan kegiatan lanjutan di Kota Bandung sebagai bagian dari pengembangan jangkauan kegiatan.

Pasanggiri Jaipong Mustika memperlihatkan bahwa pelestarian budaya membutuhkan ruang, kesempatan, dan keberlanjutan. Dari panggung perlombaan, generasi muda diberi kesempatan untuk mengenal akar budayanya sekaligus mengembangkan potensi seni yang dimiliki.

Di tengah perkembangan hiburan modern, Jaipong tetap memiliki tempat untuk tumbuh. Bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan seni pertunjukan yang terus bergerak bersama kreativitas generasi penerus.


Jurnalis : Virgi Ali 

Editor : Raden William

0 Komentar

Iklan Banner

Pasang Iklan Disini

Type and hit Enter to search

Close