Cimahi, Cimahi Aktual — Setelah berganti nama dari Tapak Arum Ananta menjadi Larasvara, ansambel seni ini hadir dengan identitas baru yang membawa konsep Seni Drama, Tari, dan Musik (Sendratasik). Perubahan tersebut bukan sekadar pergantian nama, tetapi menjadi langkah baru dalam mengembangkan kreativitas, ekonomi kreatif, serta memperkuat kesatuan seniman Kota Cimahi lintas generasi.
Identitas Larasvara diperkenalkan dalam Festival Kreasi Kemerdekaan yang berlangsung di lantai 2 CimaArt, Cimahi Mall, Minggu (16/8/2026). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Komunitas Rumah Literasi Bunga Rampai (RLBR)tersebut menjadi momentum debut Larasvara sekaligus memperkenalkan karakter artistik yang akan dibawa dalam perjalanan berkesenian berikutnya.
Dalam penampilan perdananya, Larasvara membawakan tiga karya, yaitu “Close to You” dari The Carpenters, “Selendang Sutera” karya Ismail Marzuki, serta single perdana karya Larasvara berjudul “Senyum Cimahi.”
“Senyum Cimahi” menjadi salah satu karya yang mencuri perhatian karena tidak hanya disajikan sebagai musik, tetapi dikemas secara kontemporer melalui perpaduan puisi sastra, musik, dan lirik artistik. Karya tersebut mencoba menangkap romantisme sekaligus dinamika kehidupan Kota Cimahi melalui perpaduan nuansa pop dengan warna karawitan.
Konsep tersebut menjadi bagian dari identitas Larasvara yang menempatkan musik bukan sekadar sebagai bunyi, tetapi sebagai medium untuk menyampaikan gagasan, suasana, cerita, dan pengalaman masyarakat melalui bahasa seni.
Konsep Sendratasik juga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas. Musik, tari, drama, sastra, serta unsur tradisi dapat dipertemukan dalam satu panggung sehingga menciptakan karya yang lebih dinamis dan beragam.
Dalam bincang santai, salah satu Pembina Larasvara yang juga Ketua Komite Ekraf Kota Cimahi menyampaikan bahwa kehadiran Larasvara diharapkan menjadi bagian dari dinamika ekosistem ekonomi kreatif Kota Cimahi. Menurutnya, perbedaan usia, pengalaman, dan latar belakang berkesenian justru dapat menjadi kekuatan untuk melahirkan karya yang lebih kaya.
Sementara itu, Fajar Firdaus, vokalis, MC, seniman sekaligus Kepala Seksi Pariwisata Disbudparpora Kota Cimahi, menilai Larasvara memiliki peluang untuk berkembang apabila mampu menjaga konsistensi dalam berkarya.
Menurut Fajar, kreativitas seni pertunjukan yang terus dikembangkan dapat menjadi salah satu daya tarik wisata. Cimahi, kata dia, memiliki sumber daya manusia kreatif yang cukup kuat sehingga potensi tersebut perlu terus diberi ruang dan dikembangkan.
“Kalau Larasvara konsisten, saya melihat ini bisa berkembang. Seni pertunjukan juga dapat menjadi daya tarik wisata, karena Cimahi memiliki sumber daya manusia yang kaya dan kreatif,” ujarnya.
Perwakilan vokalis Larasvara, Gesta, turut menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah memberikan dukungan terhadap perjalanan Larasvara. Ia mengucapkan terima kasih kepada Lin Karliana dari RLBR, Cimahi Aktual, Kang Deden Cyber Sound, Media Lima Waktu “Kang Bubun”, Kang Yopi Stones, Kang Pupung The Lyris, Kang Panji Boedsmedia, serta para pembina dan penasihat Larasvara.
Apresiasi juga disampaikan kepada Pak Ainul Hidayat, Ibu Viska Suasana Arum, Pak Dani Hamdani, Pak Samuel, dan Pak Yudhi Suherli, serta seluruh pihak yang terus memberikan dukungan terhadap proses kreatif Larasvara.
Energi baru juga datang dari personel baru. Ayuni mengatakan hadirnya Ilona dengan instrumen pianika memberikan warna tersendiri dalam perjalanan musikal Larasvara.
“Kami ada energi baru, yaitu Ilona yang memainkan instrumen pianika. Ini menjadi warna baru bagi Larasvara,” ungkap Ayuni.
Sementara itu, Bob, drummer Larasvara, melihat proses bermusik sebagai ruang untuk membangun kepekaan dan rasa. Baginya, setiap irama bukan hanya persoalan teknik bermain, tetapi bagaimana musik dapat memiliki jiwa.
“Ini sebagai cara bermain rasa dalam setiap irama di Larasvara,” ujarnya.
Debut Larasvara menjadi penanda babak baru perjalanan sebuah ansambel yang ingin mempertemukan berbagai bentuk seni dalam satu ruang kreatif. Dari musik, sastra, tari, drama hingga warna tradisi, Larasvara membawa gagasan bahwa kreativitas dapat tumbuh ketika seniman tidak berjalan sendiri.
Melalui nama barunya, Larasvara membawa semangat untuk terus berkarya, memperkuat identitas seni pertunjukan, serta menjadikan kreativitas sebagai bagian dari ekosistem ekonomi kreatif Kota Cimahi yang tumbuh bersama lintas generasi.
Jurnalis : Virgi Ali
Editor : Raden William




0 Komentar