Aktual

Peringatan Hari Tari Internasional: CSM dan DKKC Sukses Hadirkan Kolaborasi Budaya dan Dampak Ekonomi Kota Cimahi


Hari Tari Internasional 2026, Redaksi Cimahi Aktual Bersama Sanggar Tari Raisya Fitria Kota Cimahi, Jawa Barat (2/5/2026).

Cimahi, Cimahi Aktual – Peringatan Hari Tari Internasional 2026 di Kota Cimahi berlangsung meriah melalui gelaran Cimahi Street Musik (CSM) yang menghadirkan kolaborasi erat antara Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Cimahi dan Dewan Kebudayaan Kota Cimahi (DKKC). Kegiatan yang digelar pada (2/5/2026) di Alun-Alun Cimahi ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah, komunitas, dan pelaku seni dalam mengembangkan ekosistem budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif.


kolaborasi antara Cimahi Street Musik dan DKKC, peringatan Hari Tari Internasional 2026, Kota Cimahi (2/5/2026).


Acara yang berlangsung dari pukul 16.00 hingga 21.00 WIB ini dipandu oleh Aki Toloheor dengan suasana hangat dan komunikatif. Ribuan masyarakat tampak memadati area Alun-Alun Cimahi dan panggung utama, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap perayaan seni budaya yang dikemas secara terbuka dan inklusif.


Empat penari muda berbakat, yakni Rizki, Inthan, Dewi, dan Nisrina, menjadi daya tarik utama dengan penampilan tari secara nonstop selama enam jam. Penampilan mereka tidak hanya menampilkan kemampuan teknis yang mumpuni, tetapi juga mencerminkan regenerasi seni tari di Kota Cimahi yang terus berkembang.


Ketua Panitia, Kang Ganda, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan momentum strategis dalam memperkuat Cimahi Street Musik sebagai ruang ekspresi seni lintas komunitas.

“Peringatan Hari Tari Internasional ini menjadi penguatan kolaborasi budaya. Cimahi Street Musik hadir sebagai wadah aktualisasi pelaku seni sekaligus ruang interaksi kreatif yang memperkuat identitas budaya lokal,”

Sambutan Ketua Dewan Kebudayaan Kota Cimahi, Siti Yanti Abintini, S.H., M.M., Alun Alun Kota   Cimahi, Jawa Barat (2/5/2026).

Sementara itu, Ketua Dewan Kebudayaan Kota Cimahi, Siti Yanti Abintini, S.H., M.M., menegaskan pentingnya sinergi berkelanjutan antara komunitas dan pemerintah.

“Hari Tari Internasional menjadi momentum penting untuk memastikan seni budaya tidak hanya lestari, tetapi juga memiliki nilai ekonomi. Kolaborasi ini adalah langkah nyata dalam membangun ekosistem budaya yang kuat di Cimahi,”

Ia hadir didampingi Wakil Ketua DKKC Viska Suasana Arum, M.Pd., Attha Bahri, serta jajaran pengurus lainnya.


Kang Ares “Disbudparpora” Kota Cimahi, Bersama Seniman , Budayawan dan Masyarakat Kota Cimahi (2/5/2026).


Peresmian acara dilakukan oleh Ares Rudiansyah, S.Pd., selaku Kepala Seksi Bidang Budaya Disbudparpora Kota Cimahi. Dalam pernyataannya, ia menekankan bahwa budaya memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah.

“Kegiatan ini menunjukkan bahwa budaya bukan hanya warisan, tetapi juga kekuatan ekonomi yang mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat,”

Sinergi antara pemerintah, komunitas, dan pelaku seni dalam mengembangkan ekosistem budaya Kota Cimahi (2/5/2026).

Sebanyak 23 sanggar tari di Kota Cimahi turut berpartisipasi dengan menampilkan beragam karakter dan kekhasan tarian masing-masing. Hal ini mencerminkan kekayaan budaya lokal yang terus hidup dan berkembang seiring dinamika zaman.


Kegiatan ini turut didukung oleh Media Cimahi Aktual serta Komunitas Sound System Cimahi (KSSC) melalui Cyber Sound yang memastikan kualitas teknis pertunjukan berjalan optimal. Kehadiran Maestro Tari Apih Ajat serta tim redaksi Cimahi Aktual—Hj. Yudhi, Eel, Lin Karliana, S.Pd., dan Asri Mulyani—menambah semarak sekaligus memperkuat posisi acara sebagai bagian penting dalam agenda budaya Kota Cimahi.


Sebanyak 23 sanggar tari di Kota Cimahi turut berpartisipasi dengan menampilkan beragam karakter , Kota Cimahi (2/5/2026).


Antusiasme masyarakat tidak hanya terlihat dari padatnya pengunjung, tetapi juga dari dampak ekonomi yang dihasilkan. Kang Deden dari Cyber Sound bersama Cepi Kurniawan selaku panitia Cimahi Street Musik menyampaikan bahwa kegiatan ini mampu menggerakkan sektor ekonomi kreatif.

“Alhamdulillah, transaksi UMKM meningkat selama acara berlangsung. Ini membuktikan bahwa seni budaya dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat,”

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Tim Kreatif Balik Heula Ka Cimahi (BHKC) Edutainment yang terdiri dari Salsa, Chandra, dan Kennia, yang turut berperan dalam penguatan konten kreatif, publikasi, serta pengemasan acara agar lebih adaptif terhadap perkembangan industri kreatif digital. Kehadiran mereka mempertegas pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem budaya yang inovatif.


Melalui kolaborasi antara Cimahi Street Musik dan DKKC, peringatan Hari Tari Internasional 2026 ini menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara seni, komunitas, dan pemerintah mampu menciptakan ruang budaya yang inklusif, produktif, dan berdampak luas, tidak hanya bagi pelaku seni, tetapi juga bagi masyarakat secara keseluruhan.



Reportase : Eel

Jurnalis : Virgi Ali

0 Komentar

Iklan Banner

Pasang Iklan Disini

Type and hit Enter to search

Close