Area Rumah Keluarga Duka, Cikendal, Kel. Cipageran , Kec. Cimahi Utara, Kota Cimahi, Jawa Barat (3/4/2026).
Cimahi, Cimahi Aktual – Duka mendalam menyelimuti Indonesia, khususnya warga Cimahi, Jawa Barat, atas gugurnya Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar dalam misi perdamaian dunia di Lebanon Selatan, Senin (30/3/2026). Perwira TNI yang tergabung dalam pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNIFIL) tersebut gugur saat mengawal konvoi logistik di wilayah rawan Bani Hayyan.
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, yang turut dipengaruhi rivalitas antara Iran dan Amerika Serikat serta dinamika konflik lokal di Lebanon Selatan. Situasi keamanan yang tidak stabil membuat tugas pasukan perdamaian semakin berisiko tinggi.
Kapten Zulmi merupakan perwira dari Grup 2 Kopassus dan alumni Akademi Militer (Akmil) 2015. Ia dikenal sebagai sosok disiplin, berdedikasi, dan berprestasi sejak masa pendidikan. Dalam insiden tersebut, ia gugur bersama rekannya, Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan, saat menjalankan misi kemanusiaan untuk menjaga stabilitas dan melindungi warga sipil.
Sebagai bentuk penghormatan atas pengabdiannya, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengonfirmasi pemberian Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) kepada almarhum. Kepergian Kapten Zulmi meninggalkan seorang istri dan dua anak, yang kini menjadi simbol ketabahan di tengah kehilangan.
Suasana haru menyelimuti rumah duka di kampung Cikendal, Kel. Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara. Sejak Rabu (1/4/2026) malam, pelayat terus berdatangan. Karangan bunga dari pejabat pemerintah, tokoh masyarakat, hingga institusi keamanan memenuhi sepanjang jalan sebagai bentuk penghormatan terakhir.
Kedatangan Panglima TNI ke rumah duka semakin menegaskan besarnya penghargaan negara atas jasa almarhum. Warga Cimahi turut berbondong-bondong hadir, menunjukkan solidaritas dan rasa bangga atas putra daerah yang gugur sebagai “Pahlawan Perdamaian”.
Jenazah direncanakan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Cikutra, Kota Bandung, pada Sabtu (4/4/2026) subuh. Keberanian dan pengabdian Kapten Zulmi menjadi simbol nyata kontribusi Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia, sekaligus pengingat akan harga mahal yang harus dibayar demi kemanusiaan dan stabilitas global.
Reportase : Eel
Jurnalis : Virgi Ali

0 Komentar