
Cimahi, Cimahi Aktual - Program pengembangan pelaku usaha bertajuk “UMKM Naik Kelas” menjadi ruang pembelajaran sekaligus upgrade kemampuan bisnis bagi para pelaku UMKM di Kota Cimahi. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi dan UKM Jawa Barat bersama Dinas Perdagangan Koperasi UMKM dan Industri Kota Cimahi ini mengusung tema “Tingkat Kompetensi, Perluas Pasar, Wujudkan UMKM Lebih Maju”, Selasa (26/5/2026), di Aula Kecamatan Cimahi Utara, Jalan Sirnarasa No.18, Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Jawa Barat.
Kegiatan tersebut di pandu oleh Mc Fani Fandayani, S.ST, serta diikuti sebanyak 52 peserta UMKM dari berbagai sektor usaha yang antusias mengikuti rangkaian materi bisnis, pemasaran digital hingga pengelolaan keuangan modern. Program ini juga menjadi bentuk kolaborasi nyata antara pemerintah, dunia usaha, sektor perbankan dan perusahaan digital dalam memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis UMKM.
Dalam sambutannya, Koordinator Daerah Dani Hamdani S.E menegaskan bahwa pelaku UMKM saat ini harus memiliki kapasitas skill, knowledge dan attitude yang baik agar mampu bertahan sekaligus berkembang di tengah persaingan usaha yang semakin dinamis. Menurutnya, memahami ilmu bisnis secara menyeluruh menjadi kunci penting dalam membangun usaha yang berkelanjutan.
“UMKM hari ini bukan hanya soal menjual produk, tetapi juga memahami strategi bisnis, pengelolaan usaha, pemasaran hingga penguatan mental dan karakter pelaku usahanya,” ungkap Dani Hamdani.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Ida Juliyati S.E dari Disdagkoperin Kota Cimahi yang didampingi Lilis Herlina S.Sos., Kota Cimahi, Jawa Barat (26/5/2026).Kegiatan secara resmi dibuka oleh Ida Juliyati S.E dari Disdagkoperin Kota Cimahi yang didampingi Lilis Herlina S.Sos. Dalam sambutannya, Ida menyampaikan bahwa program UMKM Naik Kelas diharapkan mampu menjadi wadah penguatan kompetensi dan perluasan pasar bagi para pelaku usaha lokal di Kota Cimahi.
Acara mendapat dukungan sponsorship dari Bank BJB Cimahi, InDrive, Bank Mandiri Cabang Pasteur Bandung serta Dinas Koperasi dan UKM Jawa Barat (Diskuk Jabar) sebagai bagian dari sinergi membangun ekosistem UMKM yang lebih maju, adaptif dan kompetitif di era digital.
Materi pertama disampaikan oleh Ir. Kabullah Kamaludin mengenai pengelolaan keuangan sederhana untuk UMKM. Dalam pemaparannya, peserta dibekali pemahaman tentang laporan laba rugi, neraca, piutang, selisih keuangan, utang jangka panjang dan pendek, HPP hingga aktiva usaha. Materi tersebut mendapat perhatian besar dari peserta karena berkaitan langsung dengan keberlangsungan bisnis sehari-hari.
Suasana semakin interaktif ketika salah satu peserta bertanya mengenai cara menentukan Harga Pokok Produksi (HPP) sambil memperlihatkan produknya secara langsung kepada pemateri. Menanggapi hal itu, Kabullah menjelaskan pentingnya pencatatan modal awal, penghitungan margin keuntungan, evaluasi usaha secara berkala hingga kurasi produk agar pelaku usaha mengetahui posisi bisnisnya secara tepat dan mampu menghindari kerugian atau penurunan retensi pasar.
Sesi kedua menghadirkan Dicky Kurniawan dengan materi Strategi Penjualan Online dan basic digital marketing. Dalam sesi tersebut, peserta diberikan pemahaman tentang cara membaca market, perbandingan pemasaran offline dan online, efektivitas promosi digital, jangkauan pasar, kecepatan akuisisi konsumen, membangun brand awareness hingga pemanfaatan media sosial dan platform digital untuk meningkatkan penjualan.
Teh Wulan memperkenalkan berbagai layanan digital yang dapat mendukung aktivitas UMKM, Kota Cimahi, Jawa Barat (26/5/2026).Selanjutnya pada sesi ketiga, Wulan Yulianti dari perusahaan jasa online InDrive memperkenalkan berbagai layanan digital yang dapat mendukung aktivitas UMKM. Mulai dari layanan kurir, pengiriman paket hingga transportasi penumpang. Ia juga menjelaskan fitur unggulan InDrive seperti multi order, negosiasi ongkir, layanan support serta pemantauan pengiriman secara real-time yang dinilai dapat membantu efisiensi operasional pelaku usaha.
Teh Melly memberikan materi investasi dan produk Mandiri Sekuritas, Aula Kec. Cimahi Utara, Kota Cimahi (26/5/2026).Materi berikutnya disampaikan oleh Melly Siti Maryam dari Bank Mandiri Cabang Pasteur Bandung mengenai investasi dan produk Mandiri Sekuritas. Peserta diperkenalkan pada lima tahapan perencanaan keuangan, mulai dari menentukan tujuan keuangan, financial check-up, gather and analysis, draft dan implementasi hingga review goals. Selain itu, peserta juga mendapatkan simulasi investasi saham dan obligasi beserta pemahaman tentang risiko, return, tenor dan keuntungan investasi.
Sesi materi terakhir, Teh Afni membawakan materi mengenai pembaruan layanan Livin Merchant Bank Mandiri, Kota Cimahi, Jawa Barat (26/5/2026).Sesi terakhir menghadirkan Afni Pratiwi dari Bank Mandiri Cabang Pasteur Bandung yang membawakan materi mengenai pembaruan layanan Livin Merchant. Dalam pemaparannya, Afni menjelaskan bahwa layanan terbaru tersebut memberikan berbagai kemudahan bagi pelaku UMKM, seperti bebas biaya langganan, penggunaan QRIS dan pencairan transaksi hingga lima kali setiap hari.
Dalam sesi wawancara, Hani Handayani selaku Ketua Panitia dan pendamping kegiatan mengungkapkan bahwa program UMKM Naik Kelas diharapkan mampu menjadi ruang pembelajaran dan upgrade bisnis bagi para pelaku usaha agar lebih siap menghadapi perkembangan teknologi dan perubahan pasar. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta dan dunia perbankan menjadi langkah penting dalam menciptakan UMKM yang mandiri, inovatif dan memiliki daya saing tinggi di Kota Cimahi.
Jurnalis : Virgi Ali
Editor : Eel


0 Komentar