Cimahi, Cimahi Aktual – Hari Teater Dunia 2026 (HATEDU) resmi dibuka di GOR Sangkuriang Cimahi, (11/4/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi penguatan ekosistem seni, budaya, ekonomi kreatif, serta transformasi digital di Kota Cimahi.
Pembukaan acara dihadiri oleh Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, didampingi jajaran Pemerintah Kota Cimahi, Sekretaris Daerah, unsur Polres, TNI, serta Polsek. Kehadiran lintas unsur tersebut menegaskan dukungan penuh pemerintah dan aparat terhadap perkembangan seni dan budaya di daerah.
Acara dipandu oleh Kang Gege, Teh Amelia, Teh Veylan, Kang Ricky, Kang Fachri, dan Kang Khairul pada tanggal 11–12 April 2026. Pembukaan acara diawali dengan penampilan Paduan Suara Gita Campernik yang berhasil menciptakan suasana khidmat sekaligus meriah, menandai dimulainya rangkaian kegiatan HATEDU 2026.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga terhadap generasi muda Cimahi yang terus berkembang dalam dunia seni teater. Ia menegaskan bahwa seni pertunjukan merupakan salah satu indikator kemajuan kota dalam bidang budaya dan kreativitas.
“Kami sangat bangga dengan anak muda Cimahi yang terus berkarya di bidang teater. Ini menunjukkan bahwa Cimahi memiliki potensi besar dalam pengembangan seni budaya,”
Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya pengembangan digitalisasi dalam sektor seni dan budaya. Menurutnya, ke depan karya-karya seni teater lokal perlu masuk dalam platform digital seperti Netflix, konsep Broadway digital, hingga ekosistem kreatif global lainnya. Ia juga menyinggung pentingnya mengangkat karya anak daerah agar mampu bersaing di tingkat internasional, sejalan dengan perkembangan industri kreatif dunia.
Dalam sesi wawancara, Adhitia juga menjelaskan bahwa ruang-ruang publik di Kota Cimahi akan dioptimalkan sebagai fasilitas pertunjukan seni dan budaya, termasuk musik, tari tradisional, hingga teater. Ia menyebut sejumlah referensi pengembangan ruang kreatif seperti Taman Ismail Marzuki, kawasan Blok M, dan Taman Mini Indonesia Indah sebagai inspirasi dalam membangun ekosistem seni perkotaan di Cimahi.
“Ruang kota seperti alun-alun dan ruang publik lainnya akan kita maksimalkan agar menjadi pusat aktivitas seni dan budaya,”
Sementara itu, Ketua Masteci sekaligus Ketua Panitia HATEDU 2026, Ricky Maulana, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara ini. Ia menegaskan bahwa HATEDU tahun ini merupakan gelaran pertunjukan seni teater yang ketiga dan terus menunjukkan perkembangan positif dari tahun ke tahun.
“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung. Ini adalah HATEDU ketiga, dan kami berharap terus menjadi ruang tumbuh bagi seniman teater di Indonesia,”
HATEDU 2026 diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara seni, pemerintah, komunitas, dan dunia industri kreatif, sekaligus memperkuat posisi Cimahi sebagai salah satu kota yang aktif mengembangkan ekosistem seni dan budaya berbasis inovasi digital.
Reportase : Eel
Jurnalis : Virgi Ali



0 Komentar