Aktual

CSM Jadi Denyut Seni, Budaya, dan Ekonomi Cimahi: Disbudparpora Didorong Lebih Hadir di Ruang Publik

Anindiya Fauziah ,Karamat Gondewa Sakti, CSM, Alun - Alun Kota cimahi (7/2/2026).

 Cimahi, Cimahi Aktual — Komunitas Cimahi Street Musik (CSM) kembali membuktikan konsistensinya sebagai penggerak utama seni, budaya, dan ekonomi kerakyatan di Kota Cimahi. Sepanjang periode Juni 2025 hingga Februari 2026, CSM mencatatkan diri sebagai penyelenggara kegiatan seni pertunjukan paling lengkap yang pernah digelar di Cimahi, dengan dampak positif yang nyata dan merata bagi masyarakat.

Berbasis karya seniman lokal, rekam jejak CSM menunjukkan kontribusi signifikan dalam membangun ekosistem kebudayaan yang hidup, inklusif, dan berkelanjutan. Kegiatan ini bukan sekadar hiburan, melainkan ruang edukasi, ekspresi, serta penguatan ekonomi masyarakat (7/2/2026).

permainan tradisional anak Kuda Keliling “Tri Tunggal” Bah Ido, Area Alun - Alun Kota Cimahi (7/2/2026).

Acara dimulai sejak pukul 16.00 WIB, dibuka dengan penampilan Pencak Silat yang diiringi musik Nayaga secara live, menghadirkan harmoni antara gerak, irama, dan nilai tradisi.

Salah satu penampilan yang menyita perhatian publik adalah Anindiya Fauziah, siswi kelas 4 asal Melong Asih, Cimahi Selatan, dari perguruan Karamat Gondewa Sakti, yang membawakan Jurus Tunggal Baku dengan penuh disiplin dan penghayatan.

CSM juga menampilkan kolaborasi lima perguruan pencak silat di bawah naungan Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) Kota Cimahi, yakni:

Srikandi Langlang Kancana

Paksi Samakta

Karamat Gondewa Sakti

Elang Putih

Gajah Putih

Keseluruhan rangkaian acara dipandu oleh MC Abah Eka Kustiana, yang mampu menjembatani komunikasi antara seniman, komunitas, dan masyarakat luas.

Dari sisi ekonomi, dampak kegiatan CSM terasa kuat. UMKM mikro hingga makro di wilayah Cimahi mengalami peningkatan aktivitas. Kehadiran permainan tradisional anak Kuda Keliling “Tri Tunggal” Bah Ido (Cibentar) menjadi bukti bahwa ekonomi rakyat, hiburan keluarga, dan pelestarian budaya dapat berjalan beriringan.

Asri Mulyani dan Eel, Mc, CSM, Jl Kaum , Kota Cimahi, Jawa Barat (7/2/2026).

Menjelang malam, acara sempat berhenti pada pukul 18.30 WIB, lalu kembali dibuka dengan penampilan Reog Geboy Parahyangan (RGP) — reog Sunda yang jenaka, sarat makna, dan edukatif. Menariknya, RGP diperankan oleh para emak-emak Cipageran, menampilkan wajah budaya yang inklusif dan membumi. RGP merupakan bagian dari komunitas Balik Heula Ka Cimahi Edutainment (BHKC), Chapter Musik Karawitan.

Malam semakin hangat di Alun-Alun Cimahi dengan penampilan Jlas Band dan Big Father Band, menyuguhkan musik dinamis dan energik, memperkuat daya tarik ruang publik sebagai pusat interaksi sosial dan budaya.

Reog Geboy Parahyangan , Cimahi Street Musik, Kota Cimahi, Jawa Barat (7/2/2026).

Melalui rangkaian kegiatan ini, CSM menegaskan bahwa seni dan budaya bukan sekadar agenda seremonial, melainkan instrumen strategis pembangunan kota—menyentuh aspek sosial, ekonomi, pendidikan, hingga identitas daerah.

Ajakan Kepedulian dan Perhatian

CSM mendorong Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Cimahi untuk lebih hadir di lapangan, melihat langsung karya anak-anak kota Cimahi, serta menjadikan gerakan komunitas seperti CSM sebagai mitra strategis dalam kebijakan kebudayaan dan ekonomi kreatif.

Perhatian yang berkelanjutan dari pemerintah, media, dan pemangku kepentingan akan memastikan bahwa ekosistem seni budaya Cimahi tidak hanya hidup, tetapi juga tumbuh dan berdaya saing di tingkat regional maupun nasional.

Seni hidup, budaya bergerak, ekonomi rakyat menguat — Cimahi membuktikan itu melalui CSM.


Reportase : Eel 
Jurnalis : Virgi Ali 
Editor : Ghaza

0 Komentar

Iklan Banner

Pasang Iklan Disini

Type and hit Enter to search

Close