Cimahi, Cimahi Aktual — Sinergi antara keluarga dan sekolah menjadi kunci dalam mendukung tumbuh kembang remaja sekaligus mencegah perundungan. Hal tersebut menjadi perhatian RIGA melalui kegiatan parenting bertema Pendampingan Lingkungan Keluarga untuk Tumbuh Kembang Remaja, di SMPN 3 Cimahi, Sabtu (17/10/2026).
Kegiatan yang dirangkaikan dengan pembagian rapor tengah semester ini dikhususkan bagi orang tua siswa kelas 7. Melalui kegiatan tersebut, orang tua diajak memperkuat komunikasi dengan sekolah agar berbagai persoalan yang dihadapi anak dapat dikenali dan ditangani sejak dini.
Hadir sebagai narasumber, Dr. Ipah Saripah, M.Pd., Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling FIP UPI, menyampaikan materi Sinergi Sekolah dan Rumah Mewujudkan Lingkungan yang Aman, Ramah, dan Bebas Perundungan.
Dalam paparannya, Dr. Ipah menekankan pentingnya mengenali karakter, kemampuan, bakat, dan minat anak. Berdasarkan hasil asesmen psikotes terhadap 430 murid, rata-rata IQ siswa tercatat sebesar 107,6. Potensi tersebut perlu diimbangi dengan penguatan empati, kemandirian, kemampuan bersosialisasi, dan pengendalian perilaku.
Ia juga mengingatkan empat aspek yang perlu mendapat perhatian, yakni dorongan agresi yang tinggi, kebutuhan bersahabat yang rendah, pemahaman terhadap perasaan orang lain yang rendah, serta kemandirian yang belum berkembang optimal.
Perundungan memiliki tiga ciri utama, yaitu dilakukan dengan sengaja, terjadi berulang atau menimbulkan ketakutan akan terulang, serta adanya ketimpangan kekuatan antara pelaku dan korban. Bentuknya meliputi kekerasan fisik, hinaan verbal, pengucilan sosial, hingga perundungan melalui ruang digital.
Menurut Dr. Ipah, siswa kelas 7 perlu mendapat perhatian khusus karena sedang menjalani masa transisi dari SD ke SMP, mencari identitas dan kelompok pertemanan, serta mulai aktif menggunakan gawai.
Orang tua perlu peka terhadap perubahan perilaku anak, seperti enggan pergi ke sekolah, menarik diri, barang yang sering hilang, atau gelisah saat menggunakan ponsel. Perilaku anak yang mudah merendahkan orang lain dan bangga mengejek teman juga perlu ditangani melalui pendampingan yang tepat, tanpa terburu-buru memberikan cap.
Sebagai langkah pencegahan, RIGA mendorong penguatan layanan bimbingan dan konseling, pemantauan siswa yang cenderung menyendiri, latihan berkomunikasi secara santun, serta pembentukan Duta Sekolah Ramah dari kalangan murid. Jalur pelaporan yang aman dan rahasia juga menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman.
Di lingkungan keluarga, Dr. Ipah mengajak orang tua menerapkan lima kebiasaan, yakni menyediakan waktu berbincang selama 15 menit setiap hari tanpa gawai, melatih anak bersikap asertif, menjadi teladan, mendampingi penggunaan gawai, serta aktif berkomunikasi dengan wali kelas dan guru BK.
Apabila anak mengalami perundungan, orang tua perlu mendengarkan tanpa menghakimi, meyakinkan bahwa kejadian tersebut bukan kesalahannya, menyimpan bukti, dan melaporkannya kepada pihak sekolah. Jika anak melakukan perundungan, orang tua perlu menegaskan bahwa perilaku tersebut tidak dapat dibenarkan serta membimbingnya untuk bertanggung jawab.
Melalui kegiatan parenting ini, RIGA menegaskan pentingnya keterlibatan keluarga dan sekolah dalam membangun lingkungan yang aman, ramah, dan bebas perundungan. Komunikasi terbuka serta kepedulian bersama diharapkan menjadi fondasi bagi remaja untuk tumbuh dengan rasa aman dan kepercayaan diri.
Jurnalis : Asri Mulyani
Editor : Virgi Ali
Publikasi Digital : Raden William


0 Komentar