Cimahi, Cimahi Aktual — Pergantian Antar waktu (PAW) anggota DPRD Kota Cimahi bukan sekadar pergantian figur di kursi legislatif. Bagi Kusmawan, amanah tersebut menjadi tanggung jawab untuk melanjutkan perjuangan almarhum Haji Asep Asyafi Pansyah, terutama dalam mengawal aspirasi masyarakat Daerah Pemilihan (Dapil) II.
Usai resmi menjadi anggota DPRD Kota Cimahi melalui mekanisme PAW,(7/10/2026), Kusmawan menegaskan komitmennya untuk menjaga kesinambungan program dan memperjuangkan kebutuhan masyarakat yang sebelumnya menjadi perhatian almarhum.
Dalam pernyataannya, Kusmawan terlebih dahulu menyampaikan doa dan penghormatan kepada almarhum. Ia berharap seluruh amal ibadah almarhum diterima Allah SWT dan pengabdiannya kepada masyarakat dapat diteruskan.
“Alhamdulillah, hari ini saya menjalani proses ini dengan sederhana. Sebelumnya saya mengucapkan doa khusus untuk almarhum Haji Asep Asyafi Pansyah. Semoga beliau diterima iman Islamnya, diampuni segala khilaf dan kesalahannya,” ujar Kusmawan.
Ia menilai, amanah PAW mengandung tanggung jawab moral dan politik. Tidak cukup hanya melanjutkan masa jabatan, anggota legislatif pengganti juga dituntut memastikan aspirasi masyarakat yang telah diperjuangkan sebelumnya tidak terhenti akibat pergantian wakil rakyat.
Pokir dan Aspirasi Jadi Fokus
Salah satu prioritas Kusmawan adalah mengawal pokok-pokok pikiran (pokir) serta aspirasi masyarakat yang berkaitan dengan perjuangan almarhum, khususnya di Dapil II.
Menurutnya, sisa masa jabatan pada 2026 perlu dimanfaatkan untuk menjaga kesinambungan aspirasi konstituen sekaligus menyerap kebutuhan baru sebagai bahan perjuangan pada tahun berikutnya.
“Insya Allah kenangan dan perjuangan beliau akan tetap saya lanjutkan. Sesuai dengan amanah PAW ini, saya punya prioritas untuk melanjutkan perjuangan almarhum, terlebih terkait pokir-pokir yang akan kami utamakan dan kami kawal kepada konstituennya,” tegasnya.
Kusmawan juga menyebut dirinya sebagai penerus perjuangan yang telah dirintis almarhum. Karena itu, ia berkomitmen mengawal aspirasi yang sudah ada sambil membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan lainnya.
“Ini menurut saya adalah janji saya, karena saya memang menjadi kepanjangan tangan dari beliau. Saya tetap fokus ke situ untuk merealisasikan dan menjadikan pokirnya,” ungkapnya.
Meski demikian, pengawalan pokir tetap membutuhkan proses perencanaan, pembahasan anggaran, serta koordinasi dengan pemerintah daerah sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, aspirasi yang diperjuangkan dapat diarahkan pada kebutuhan masyarakat dan pelaksanaannya dapat dipertanggungjawabkan.
Perkuat Soliditas Fraksi Golkar
Di internal DPRD, Kusmawan turut menyoroti pentingnya memperkuat soliditas Fraksi Golkar. Dengan komposisi fraksi yang kini semakin lengkap, ia berharap koordinasi antaranggota semakin kuat dan kontribusi terhadap pembangunan Kota Cimahi semakin nyata.
“Harapan kami, dengan Fraksi Golkar yang sekarang sudah lengkap, tentunya akan menambah solidnya Fraksi Golkar,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi legislatif dan eksekutif agar berbagai program pembangunan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara tepat.
Bagi Kusmawan, ukuran keberhasilan menjalankan amanah bukan hanya keberadaan di lembaga legislatif, melainkan sejauh mana aspirasi warga dapat diperjuangkan melalui mekanisme yang berlaku.
Kini, tantangan berikutnya adalah menerjemahkan komitmen tersebut menjadi kerja nyata. Masyarakat Dapil II tentu menantikan keberlanjutan aspirasi yang telah disampaikan, sekaligus keterbukaan mengenai proses dan perkembangan program yang diperjuangkan.
PAW pun menjadi momentum untuk menguji kesinambungan representasi politik: memastikan pergantian wakil rakyat tidak memutus komunikasi dengan konstituen dan kepentingan masyarakat tetap menjadi prioritas hingga akhir masa jabatan.
Sumber : Bagdja, Secondnewsupdate Media
Jurnalis : Virgi Ali
Editor : Raden William

0 Komentar