Bandung, Cimahi Aktual — Peringatan Hari Bahasa Isyarat Internasional (HBII) sekaligus Pekan Tuli Internasional (PTI) 2026 menjadi ruang edukasi, silaturahmi, kreativitas, dan kolaborasi bagi komunitas Tuli serta masyarakat luas. Kegiatan berlangsung di Aula dan Area Ki Hajar Dewantara, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Jalan Dr. Rajiman No. 6, Kota Bandung, Sabtu (26/9/2026).
Acara dipandu M. Sheva Aidan dan Nurul Afifah, diawali senam pagi bersama Kak Rose, menyanyikan Indonesia Raya, serta pembacaan Al-Qur'an oleh RQI. Rangkaian kegiatan meliputi seminar, workshop, talkshow, fun games, game show, hingga silaturahmi.
Kegiatan turut dihadiri Edwin Christ., S.T., M.T., Pengantar Kerja Ahli Muda Disnaker, Dr. Firman Oktora, S.Si., M.Pd., M.Kom., Rosmayadi, Ketua DPD Gerkatin Provinsi Jawa Barat, serta Neneng Komara Nengsih, S.E., M.A.P., dari Dinas Sosial Jawa Barat.
Ketua Pelaksana HBII, Ilmi Dina Aliyah, S.Kom., mengatakan kegiatan tersebut lahir dari kolaborasi tim dengan latar belakang yang beragam. Menurutnya, kekompakan dan dukungan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam menghadirkan ruang bersama bagi komunitas Tuli.
Dalam seminar yang dimoderatori Puji Raharjo, Stefanus Sinar Firdaus, S.Sn., dari Humas Pusbisindo Pusat, membahas tema “Hak Karier Setara: Peluang Karier Menuju Aksesibilitas Nyata.” Pembahasan menyoroti pentingnya aksesibilitas, kesempatan kerja, komunikasi, serta pengembangan karier bagi Tuli.
Isu tersebut dilanjutkan melalui workshop dan talkshow “Peluang Tuli untuk Hak Kerja Setara”, yang membahas kesempatan Tuli dalam mengembangkan potensi, kreativitas, kewirausahaan, dan ekonomi kreatif.
Talkshow lainnya bertema “Membangun Kehangatan dalam Kesunyian: Komunikasi Visual dalam Pengasuhan”, dimoderatori Hani Rahmayanti, menghadirkan Nanda Afrieza, orang tua Tuli dengan anak dengar (CODA), dan Siti Halimah, orang tua dengar dengan anak Tuli. Keduanya berbagi pengalaman mengenai pentingnya komunikasi visual dalam membangun kedekatan keluarga.
Semangat kreativitas juga terlihat melalui Tenant Bazaar UMKM Tuli yang menampilkan kuliner, fashion, karya seni, dan berbagai produk ekonomi kreatif. Peserta juga dapat menikmati Photo Booth sebagai ruang ekspresi.
Selain itu, hadir Stand Pusbisindo Jawa Barat bersama guru bahasa isyarat Eka Cipta Sjaputra, S.Sn. dari Universitas Kristen Maranatha. Pelayanan komunikasi turut didukung juru bahasa isyarat dari PLJI Indonesia.
Kegiatan semakin lengkap dengan pemeriksaan kesehatan dari UPTD Puskesmas Pasirkaliki Bandung dan layanan donor darah dari PMI.
Ilmi menegaskan, kreativitas dan kesempatan berkarya menjadi bagian penting dalam mendorong kemandirian Tuli.
“Kami menyajikan kreativitas dalam bentuk workshop, fun games, silaturahmi, talkshow, dan game show. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang selalu mendukung kami,” ungkapnya.
HBII dan PTI 2026 akhirnya tidak hanya menjadi peringatan bahasa isyarat, tetapi juga ruang untuk memperkuat kesadaran tentang hak, aksesibilitas, pekerjaan, pendidikan, kesehatan, keluarga, dan ekonomi kreatif, sekaligus membuka kesempatan lebih luas bagi komunitas Tuli untuk belajar, bekerja, berkarya, dan berdaya secara setara.
Jurnalis : Virgi Ali
Editor : Raden William





0 Komentar