Aktual

Formaskot Pencak Silat Digelar di GOR Sangkuriang, Talenta Terbaik Cimahi Disiapkan Menuju Tingkat Provinsi

Semangat pelestarian budaya sekaligus pembinaan prestasi pencak silat, Kota Cimahi, Jawa Barat, (6/9/2026).

Cimahi, Cimahi Aktual — Semangat pelestarian budaya sekaligus pembinaan prestasi pencak silat menggema di GOR Sangkuriang, Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Jawa Barat, Minggu (6/9/2026).

Kegiatan Formaskot (Festival Olahraga Masyarakat Kota) pencak silat tersebut diselenggarakan Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) Kota Cimahi berkolaborasi dengan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Cimahi), sebagai bagian dari proses seleksi tingkat Kota Cimahi untuk menjaring pesilat terbaik menuju persiapan tingkat provinsi.

Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Acara kemudian secara resmi dibuka oleh Kepala Seksi Bidang Budaya Disbudparpora Kota Cimahi, Ares Rudiansyah, S.Pd.

Sejumlah undangan dari unsur Pemerintah Kota Cimahi, instansi terkait, TNI dan Polri turut hadir dalam kegiatan tersebut. Hadir pula Wakil Ketua DKKC Bidang Pengembangan Budaya, Viska Suasana Arum, M.Pd.

Ketua Pelaksana Abah Eka Magribh menyampaikan bahwa Formaskot menjadi momentum penting untuk memberikan ruang kepada para pesilat di Kota Cimahi agar dapat menunjukkan kemampuan sekaligus mendapatkan pengalaman berkompetisi.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada hasil pertandingan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga eksistensi pencak silat sebagai seni dan budaya yang terus berkembang di tengah generasi muda.

Formaskot menjadi momentum penting untuk memberikan ruang kepada para pesilat di Kota Cimahi, (6/9/2026).

“Formaskot ini menjadi ruang bagi pesilat Kota Cimahi untuk menunjukkan kemampuan dan potensi mereka. Kami berharap dari kegiatan ini lahir atlet-atlet terbaik yang nantinya mampu membawa nama Kota Cimahi ke tingkat yang lebih tinggi,” ungkap Abah Eka Magribh.

Suasana GOR Sangkuriang semakin semarak dengan penampilan para peserta yang mengikuti proses penilaian dewan juri. Sejumlah kategori menjadi bagian dalam seleksi, di antaranya Tunggal Prana Putra/Putri, Rampak Prana Putra, serta Ijen.

Panitia sekaligus Humas kegiatan, Teris Marison, mengungkapkan bahwa proses penilaian dilakukan untuk melihat kemampuan dan potensi peserta hingga tahap akhir.

Sementara itu, Dadang, Seksi Acara, menjelaskan bahwa Formaskot merupakan ajang silat pasanggiri sekaligus seleksi tingkat Kota Cimahi.

“Ini silat pasanggiri tingkat Kota Cimahi. Nantinya yang terbaik akan dipersiapkan untuk mengikuti tingkat provinsi,” ungkap Dadang.

Formaskot diharapkan lahir atlet-atlet terbaik yang nantinya mampu membawa nama Kota Cimahi, (6/9/2026).

Selain menjadi ruang kompetisi, Formaskot juga memperlihatkan bagaimana pencak silat tetap memiliki keterkaitan erat dengan kebudayaan. Generasi muda tidak hanya diarahkan untuk berprestasi dalam olahraga, tetapi juga mengenal pencak silat sebagai bagian dari warisan budaya.

Apresiasi terhadap potensi generasi muda tersebut turut disampaikan Ustadz Rizal dari Padepokan Haur Hulung. Ia melihat kegiatan seperti Formaskot penting sebagai ruang untuk menemukan dan mengembangkan bakat pesilat muda di Kota Cimahi.

Menurutnya, pencak silat memiliki nilai lebih dari sekadar pertandingan karena di dalamnya terdapat unsur seni, budaya, disiplin dan pembentukan karakter generasi muda.

Tidak hanya pencak silat, kegiatan juga diramaikan dengan berbagai stand UMKM dan ekonomi kreatif. Kehadiran pelaku UMKM memberikan warna tersendiri sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk memperkenalkan produk lokal di tengah berlangsungnya kegiatan seni dan olahraga.

Formaskot memperlihatkan bagaimana pencak silat tetap memiliki keterkaitan erat dengan kebudayaan, Kota Cimahi, Jawa Barat, (6/9/2026).

Menariknya, Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Dewan Kebudayaan Kota Cimahi (DKKC) juga turut hadir dengan membuka stand khusus.

Stand tersebut menjadi ruang pengenalan berbagai permainan rakyat dan olahraga tradisional kepada pengunjung, sekaligus memperlihatkan bahwa kekayaan budaya tradisional dapat berjalan beriringan dengan kegiatan olahraga masyarakat.

Stand Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional DKKC turut diisi Neng Halimah dan Virgi Ali, yang ikut memperkenalkan semangat permainan rakyat dan olahraga tradisional kepada masyarakat yang hadir.

Pencak Silat memiliki nilai lebih dari sekadar pertandingan karena di dalamnya terdapat unsur seni, budaya, disiplin, Kota Cimahi, (6/9/2026).

Kolaborasi tersebut membuat Formaskot tidak hanya menjadi panggung seleksi pesilat, tetapi berkembang menjadi ruang perjumpaan antara olahraga, seni, budaya, permainan tradisional dan ekonomi kreatif.

Rangkaian kegiatan juga berlanjut hingga malam hari dengan agenda pelantikan Ketua DPD PPSI Kota Cimahi, Yang dimana Eka Sutisna " Abah Eka Magribh", resmi menjadi Ketua DPP PPSI Kota Cimahi yang baru,  sehingga momentum tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang mempertemukan berbagai unsur komunitas dan kebudayaan di Kota Cimahi.

Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Dewan Kebudayaan Kota Cimahi (DKKC) , (6/9/2026).

Formaskot pencak silat di GOR Sangkuriang akhirnya bukan sekadar tentang siapa yang menjadi terbaik di arena. Lebih jauh, kegiatan ini menjadi gambaran bagaimana olahraga tradisional dan budaya dapat terus diberi ruang, sekaligus menjadi jalan bagi lahirnya talenta-talenta muda Kota Cimahi untuk melangkah ke tingkat yang lebih tinggi.


Reportase: Asri Mulyani

Jurnalis : Virgi Ali 

Editor : Raden William

0 Komentar

Iklan Banner

Pasang Iklan Disini

Type and hit Enter to search

Close