Aktual

FTBM Kota Cimahi Asah Keberanian Bicara, Public Speaking Jadi Ruang Tumbuhkan Percaya Diri

Ayuni Sumarni, memandu acara mampu membangun komunikasi dengan peserta sehingga workshop tidak berjalan satu arah, Kota Cimahi, Jawa Barat, (8/8/2026).

Cimahi, Cimahi Aktual — Berbicara di depan banyak orang sering kali bukan perkara sederhana. Ada rasa gugup yang datang sebelum kalimat pertama, ada keraguan ketika semua mata tertuju, dan ada keinginan untuk menyampaikan gagasan dengan baik tanpa kehilangan kepercayaan diri.

Persoalan itulah yang menjadi salah satu perhatian Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) Kota Cimahi melalui Workshop Public Speaking yang digelar di CimaArt, Cimahi Mall, Sabtu (8/8/2026).

Mengusung semangat “Saatnya Berani Tampil & Percaya Diri”, kegiatan tersebut menghadirkan Ai Susanti, C.PS., sebagai narasumber sekaligus public speaker profesional.

Workshop berlangsung secara interaktif. Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga diajak memahami bagaimana mengelola rasa gugup ketika harus berhadapan dengan audiens.

Sejak awal kegiatan, suasana dibuat cair. Ayuni Sumarni yang memandu acara mampu membangun komunikasi dengan peserta sehingga workshop tidak berjalan satu arah.

Public speaking kemudian ditempatkan bukan sekadar sebagai kemampuan berbicara, tetapi sebagai keterampilan untuk menyampaikan gagasan dengan lebih terstruktur, meyakinkan, dan mudah diterima orang lain.

Mengusung semangat “Saatnya Berani Tampil & Percaya Diri”, Kota Cimahi, Jawa Barat, (8/8/2026).

Dalam materi yang disampaikan, Ai Susanti membahas sejumlah hal penting, mulai dari cara mengatasi rasa gugup di depan audiens, teknik vokal, hingga penggunaan body language.

Ketiga aspek tersebut menjadi bagian penting dalam komunikasi. Sebab, pesan yang baik tidak hanya ditentukan oleh apa yang diucapkan, tetapi juga bagaimana seseorang menggunakan suara, ekspresi, dan bahasa tubuh ketika menyampaikannya.

Kemampuan tersebut relevan dalam berbagai ruang kehidupan. Presentasi, mengajar, memimpin kegiatan, menjadi pembawa acara, hingga menyampaikan pendapat dalam forum membutuhkan keberanian sekaligus kemampuan komunikasi yang baik.

Ketua FTBM Kota Cimahi, Febri Satria Yazid, SE., turut menyampaikan sambutan pada kegiatan tersebut. Kehadiran workshop ini menjadi bagian dari upaya FTBM memperluas ruang pembelajaran dan pengembangan kapasitas masyarakat melalui kegiatan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan komunikasi sehari-hari.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan doa oleh Ki Sastro, kemudian dilanjutkan dengan sesi utama workshop yang berlangsung mulai pukul 09.30 hingga 11.30 WIB.

Menariknya, kegiatan ini juga memperlihatkan bahwa literasi memiliki ruang yang jauh lebih luas daripada sekadar aktivitas membaca dan menulis.

Di era ketika gagasan harus mampu disampaikan dengan cepat dan jelas, kemampuan berbicara menjadi bagian dari kecakapan literasi itu sendiri. Seseorang bisa memiliki banyak pengetahuan, tetapi tanpa kemampuan mengomunikasikannya, gagasan tersebut berpotensi berhenti di dalam pikirannya sendiri.

Workshop Public Speaking FTBM Kota Cimahi mencoba menjembatani persoalan tersebut.

Dari ruang CimaArt, Cimahi Mall, peserta tidak hanya belajar bagaimana berbicara. Mereka belajar menghadapi rasa gugup, mengenali kekuatan suara dan bahasa tubuh, sekaligus membangun keberanian untuk tampil di hadapan orang lain.

Peserta mengenali kekuatan suara dan bahasa tubuh, sekaligus membangun keberanian untuk tampil di hadapan Publik, Kota Cimahi, (8/8/2026).

Pada akhirnya, public speaking bukan tentang menjadi orang yang paling banyak bicara.

Ia adalah tentang keberanian menyampaikan sesuatu yang dianggap penting—dengan suara yang terdengar, sikap yang percaya diri, dan pesan yang sampai kepada mereka yang mendengarkan.

Jurnalis : Virgi Ali 

Editor : Raden William

0 Komentar

Iklan Banner

Pasang Iklan Disini

Type and hit Enter to search

Close