Aktual

Festival MUJA Jadi Panggung Kreativitas Musisi Jalanan Bandung Raya, Perkuat Ekosistem Ekonomi Kreatif di Cimahi

Festival Muja telah menjadi ruang pemberdayaan bagi musisi jalanan agar mampu berkembang sebagai pelaku subsektor ekonomi kreatif seni pertunjukan, Kota Cimahi, (11/7/2026).

Cimahi, Cimahi Aktual — Festival Musisi Jalanan (MUJA), Dalam rangkaian HUT Kota Cimahi ke- 25, yang digelar melalui kolaborasi Ormas Brigez Kota Cimahi, Dewan Kebudayaan Kota Cimahi (DKKC), dan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Cimahi berlangsung meriah di kawasan Alun-Alun Kota Cimahi, Jawa Barat, Sabtu (11/7/2026). Penanggung jawab kegiatan sekaligus Ketua Ormas Brigez, Virgi Julian, menegaskan festival ini menjadi ruang pemberdayaan bagi musisi jalanan agar mampu berkembang sebagai pelaku subsektor ekonomi kreatif seni pertunjukan yang mandiri, kreatif, dan memiliki daya saing.

Menurut Virgi Julian, musisi jalanan merupakan bagian dari kekayaan seni yang tumbuh di tengah masyarakat dan layak memperoleh ruang yang lebih luas untuk berkembang. Melalui Festival MUJA, para musisi tidak hanya diberi kesempatan tampil di atas panggung, tetapi juga memperoleh pengalaman, pembinaan, serta jejaring yang dapat membuka peluang berkarya secara profesional dalam ekosistem ekonomi kreatif.

Festival secara resmi dibuka oleh Kepala Seksi Budaya Disbudparpora Kota Cimahi, Ares Rudiansyah, S.Pd. Pembukaan tersebut menjadi simbol dukungan pemerintah terhadap kolaborasi lintas komunitas, organisasi kebudayaan, dan organisasi kemasyarakatan dalam menghadirkan ruang apresiasi bagi para pelaku seni sekaligus memperkuat pengembangan subsektor ekonomi kreatif berbasis seni pertunjukan di Kota Cimahi.

Ketua Pelaksana, Alfy Ferdyansyah, menjelaskan bahwa Festival MUJA diikuti oleh 30 musisi jalanan dari berbagai daerah di Bandung Raya. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menjadi wadah pembinaan, edukasi, serta mempererat silaturahmi antarmusisi jalanan agar mampu meningkatkan kualitas karya dan profesionalisme dalam berkesenian.

Selain kompetisi, Festival MUJA menghadirkan sesi diskusi dan motivasi bersama Wakil Ketua Dewan Kebudayaan Kota Cimahi (DKKC), Attha Bahri. Dalam dialog yang berlangsung hangat dan interaktif, Attha mengajak para peserta untuk terus menjaga semangat berkarya, memperkuat karakter bermusik, serta mampu membaca peluang di tengah berkembangnya industri musik dan ekonomi kreatif.

Event Muja sebagai wadah pembinaan, edukasi, serta mempererat silaturahmi antar musisi jalanan, Alun - Alun Kota Cimahi, Jawa Barat, (11/7/2026).

Ia menilai musisi jalanan memiliki peran penting dalam memperkaya ruang budaya di tengah masyarakat. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, kolaborasi yang kuat, serta konsistensi dalam berkarya, musisi jalanan memiliki kesempatan untuk berkembang menjadi pelaku seni yang profesional sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif daerah.

Proses penilaian dilakukan oleh tiga dewan juri yang berasal dari berbagai disiplin seni, yakni Ahmad Safei, seniman dari Siloka, Viska Suasana Arum, musisi sekaligus seniman tari, serta Iwan Setiawan, seniman dan musisi yang juga menjabat sebagai Anggota DPRD Kota Cimahi sekaligus Sekretaris Komisi I. Penilaian mencakup kualitas musikalitas, kreativitas, teknik penampilan, penguasaan panggung, hingga orisinalitas karya yang ditampilkan para peserta.

Proses penilaian Festival Muja dilakukan oleh tiga dewan juri yang berasal dari berbagai disiplin seni, Kota Cimahi, (11/7/2026).

Dewan Kebudayaan Kota Cimahi (DKKC) turut memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan Festival MUJA sebagai bagian dari upaya memperluas ruang ekspresi seni sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, komunitas, organisasi kebudayaan, dan masyarakat. Sinergi tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem seni yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan.

Penyelenggaraan Festival MUJA sebagai bagian dari upaya memperluas ruang ekspresi seni, Area Alun - Alun Kota Cimahi, Jawa Barat, (11/7/2026).

Acara yang dipandu Panji D'Mars berlangsung semarak sejak siang hingga malam hari. Penampilan para peserta mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang memadati kawasan Alun-Alun Kota Cimahi. Beragam genre musik yang ditampilkan menciptakan suasana hiburan yang dinikmati berbagai kalangan, mulai dari anak muda hingga keluarga.

Acara Muja yang dipandu berlangsung semarak sejak siang hingga malam hari, Kota Cimahi, (11/7/2026).

Tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni, Festival MUJA juga memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Kehadiran ribuan pengunjung mendorong peningkatan omzet para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berjualan di sekitar kawasan Alun-Alun Kota Cimahi, mulai dari kuliner, minuman, hingga produk kreatif lokal. Hal tersebut menunjukkan bahwa kegiatan seni budaya mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat subsektor ekonomi kreatif.

Festival Muja, mendorong peningkatan omzet para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berjualan di sekitar kawasan Alun-Alun Kota Cimahi, (11/7/2026).

Melalui kolaborasi Ormas Brigez, Dewan Kebudayaan Kota Cimahi, Disbudparpora Kota Cimahi, komunitas seni, dan masyarakat, Festival Musisi Jalanan (MUJA) diharapkan dapat menjadi agenda budaya tahunan yang terus berkembang. Selain menjadi panggung apresiasi bagi musisi jalanan, festival ini juga diharapkan mampu melahirkan talenta-talenta baru, memperkuat identitas budaya Kota Cimahi, serta menjadikan seni pertunjukan sebagai salah satu kekuatan dalam pembangunan ekonomi kreatif daerah.

Jurnalis : Virgi Ali 

Editor : Raden William

0 Komentar

Iklan Banner

Pasang Iklan Disini

Type and hit Enter to search

Close