![]() |
| "A Night Better Than 1000 Months" |
Bandung, Cimahi Aktual — Suasana Ramadhan kembali mengajak umat Islam untuk merenungi makna terdalam kehidupan. Dalam sebuah ceramah reflektif yang disampaikan pada Rabu pagi (18/2/2026) di Bandung, Ustadz Abdul Choliq (UAC) mengupas hakikat Lailatul Qadar, malam agung yang menjadi puncak harapan para pencari Tuhan.
Menurut UAC, Lailatul Qadar bukan sekadar malam penuh kemuliaan, melainkan malam terbukanya hijab antara hamba dan Tuhannya. Di tengah kegelapan batin manusia, Allah menghadirkan sentuhan cahaya dan rahmat-Nya, sehingga manusia menemukan hakikat dirinya sekaligus makrifat kepada Sang Pencipta.
“Pada malam itulah manusia disadarkan tentang jalan sejati yang harus ditempuh dan tempat kembali yang murni dalam keabadian nan suci,” ungkapnya.
Jalan tersebut adalah jalan lurus sesuai kehendak Allah, meski harus ditempuh dengan tertatih, penuh luka, dan pengorbanan.
UAC menegaskan, peraih malam Qadar sejati adalah mereka yang tidak lagi bersandar pada dunia. Gelar, pangkat, jabatan, harta, tahta, ketenaran hingga simbol-simbol kesenangan lainnya tak mampu menyuap perjalanan ruhani tersebut. Semua itu, menurutnya, hanyalah berhala semu yang sering menipu manusia dengan janji kemakmuran dan keabadian palsu.
“Berhala terbesar adalah ke-aku-an,” tegasnya.
Perasaan merasa paling ada, paling mampu, dan bisa hidup tanpa Tuhan justru menjadi sumber petaka dan penyesalan panjang. Dunia pada hakikatnya hanyalah alam yang rendah, fana, ibarat fatamorgana yang menipu pandangan.
Dalam ceramahnya, UAC mengajak umat Islam—khususnya masyarakat Cimahi—untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum kembali ke rumah sejati, yakni kembali kepada Allah dengan penuh kerendahan hati. Lailatul Qadar, kata dia, akan mengokohkan langkah hamba untuk terus berjalan menuju-Nya hingga akhir pertemuan di alam tinggi, bahkan tertinggi.
“Semoga kita semua diberi ampunan, kasih, karunia, dan rahmat-Nya, serta termasuk orang-orang yang dipertemukan dengan malam Qadar,” tutup UAC dengan penuh takzim.
![]() |
| Ramadhan Ya Marhaban |
Ceramah ini menjadi pengingat bahwa Ramadhan bukan hanya tentang ritual, tetapi tentang perjalanan pulang manusia menuju Sang Pencipta Yang Sejati—sebuah pesan spiritual yang relevan dan menyentuh hati pembaca Cimahi Aktual.(Red)


0 Komentar