![]() |
| Workshop Validasi MVP Eduspark, Bandung (31/12/2025). |
Bandung, Cimahi Aktual — Rastek ID yang beralamat di Jl. Reog No.39, Turangga, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, menjadi saksi berlangsungnya Workshop Validasi MVP Eduspark, sebuah forum kolaboratif yang menegaskan pentingnya sinergi lintas disiplin dalam pengembangan solusi pendidikan berbasis teknologi (31/12/2025).
Workshop ini menghadirkan tiga narasumber dengan latar belakang keilmuan yang saling melengkapi, yakni Dr. Bayu Rima Aditya, S.T., M.T, Yanuar Rahman, S.Ds., M.Ds, dan Aditya Permadi, S.Si., M.T. Ketiganya berbagi perspektif tentang bagaimana sebuah produk pendidikan digital tidak hanya harus canggih secara teknologi, tetapi juga relevan secara pedagogis dan kuat dari sisi desain serta pengalaman pengguna.
![]() |
| Diskusi berlangsung santai namun substansial, Jl Reog , Buah Batu, Kota Bandung (31/12/2025). |
Dalam paparannya, Dr. Bayu Rima Aditya menekankan bahwa Eduspark dikembangkan bukan sekadar sebagai produk teknologi, melainkan sebagai ekosistem pembelajaran yang hidup.
“Sinergi bidang teknologi, bidang pendidikan, dan bidang seni untuk tumbuh bersama,” tegasnya.
Menurutnya, tanpa kolaborasi yang seimbang, inovasi pendidikan akan mudah kehilangan arah—entah terlalu teknis atau justru kurang berdampak nyata di ruang belajar.
Sementara itu, Yanuar Rahman menyoroti peran desain dan seni dalam membangun keterlibatan pengguna. Ia menjelaskan bahwa visual, interaksi, dan pengalaman belajar yang menyenangkan adalah kunci agar teknologi pendidikan dapat diterima luas oleh pelajar dan pendidik. “Desain bukan sekadar tampilan, tapi cara berpikir agar pesan pendidikan tersampaikan dengan efektif,” ujarnya.
![]() |
| mendorong inovasi pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan, Kota Bandung (31/12/2025). |
Dari sisi teknis dan validasi produk, Aditya Permadi menekankan pentingnya proses validasi MVP (Minimum Viable Product). Menurutnya, workshop ini menjadi ruang uji yang krusial untuk memastikan Eduspark benar-benar menjawab kebutuhan pengguna.
“Validasi bukan mencari pembenaran, tapi mencari masukan jujur agar produk bisa berkembang dengan tepat,” jelasnya.
Diskusi berlangsung santai namun substansial, dengan peserta aktif memberikan umpan balik, studi kasus, hingga ide pengembangan lanjutan. Hal ini memperkuat tujuan utama workshop, yakni membangun Eduspark melalui pendekatan kolaboratif, bukan kerja satu arah.
Melalui Workshop Validasi MVP Eduspark, Rastek ID menegaskan komitmennya untuk mendorong inovasi pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan. Kolaborasi antara teknologi, pendidikan, dan seni tidak lagi menjadi pilihan, melainkan kebutuhan agar solusi yang dihasilkan mampu menjawab tantangan pembelajaran masa kini dan masa depan.
Jurnalis : Eel



0 Komentar