Fragmen Awal Tahun: Goresan Cahaya di Tepi Danau Saung Baraya Mamah Windu
ghazaJumat, Januari 02, 2026
Goresan Cahaya di Tepi Danau, Bahar Malaka , Kabupaten Bandung barat (31/1/2025).
Kab. Bandung Barat, Cimahi Aktual — Menyambut Tahun Baru 2026, Saung Baraya Mamah Windu yang terletak di Area Kota Baru Parahyangan, Jalan Garunggang 2, Cipeundeuy, Kecamatan Padalarang, menjadi destinasi unik yang memadukan seni rupa kontemporer, kuliner khas Sunda, dan ketenangan alam. Berlokasi di tepi danau, tempat ini menawarkan pengalaman yang menyenangkan bagi pencinta seni, keluarga, maupun pasangan yang ingin menikmati suasana romantis dan damai.
Bahar Malaka dan Haji Asep , Saung Baraya Mamah Windu, Cipeundeuy KBB (31/12/2025).
Pimpinan Redaksi Cimahi Aktual, Agung Aryan Ghazali memberikan Apresiasi Kepada Lukisan hasil dari Maestro Bahar Malaka, KBP, KBB, Cipeundeuy , SBMW (1/1/2026).
Selain lanskap danau yang menenangkan, Saung Baraya menghadirkan sate maranggi khas Mamah Windu sebagai sajian unggulan. Rasanya yang unik dan berbeda menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang ingin merasakan kuliner tradisional Sunda yang autentik, lengkap dengan suasana santai dan fasilitas hiburan seperti permainan catur, alat musik, serta area edutainment.
Seni Lukis Kontemporer Menyambut Tahun Baru
Dimulai dengan Bersyukur Kepada Tuhan Yang Maha Esa , Kota Baru Parahyangan , KBB, Bahar Malaka (31/12/2025).
Bahar Malaka, Seni Lukis Kontemporer Menyambut Tahun Baru, Saung Baraya Mamah Windu (31/12/2025).
Pada pergantian tahun, Pelukis Maestro Indonesia asal Kota Cimahi, Bahar Malaka, menghadirkan karya seni bertajuk “Fragmen Awal Tahun: Goresan Cahaya di Tepi Danau”. Lukisan kaligrafi yang terinspirasi dari Surat Al-Qur’an Surat Iqra ini menjadi simbol awal tahun yang sarat makna.
Darmojuhaeri Samadi dan Bahar Malaka, Cipeundeuy Kab. Bandung Barat (1/1/2026).
Fragmen Awal Tahun: Goresan Cahaya di Tepi Danau Saung Baraya Mamah Windu, KBB, KBP, Cipeundeuy (1/1/2026).
Proses pembuatan lukisan berlangsung 31 Desember 2025 pukul 23.00 WIB hingga 00.00 WIB, menandai detik-detik awal 2026. Kang Asep Saepudin, owner Saung Baraya, memulai goresan pertama sebelum dilanjutkan oleh Bahar Malaka. Kedua seniman berdoa khusyuk sebelum mengekspresikan sapuan kuas mereka, menghadirkan narasi cahaya, ketenangan, dan refleksi spiritual yang menyatu dengan keindahan danau.
“Awal tahun ini adalah momen untuk memperbaiki hubungan dengan Tuhan dan sesama manusia. Lukisan ini menjadi simbol perjalanan spiritual dan refleksi batin,” ujar Kang Asep (1/1/2026).
Apresiasi Pengunjung dan Budaya
Sesi interview Virgi Ali dengan Kang Haji Asep Owner Saung Baraya Mamah Windu, KBP, KBB, Cipeundeuy (1/1/2026).
Momen seni ini juga menjadi ajang berkumpulnya pengunjung yang menghargai seni dan budaya. Darmojuhaeri Samadi, pengusaha kriya asal Bandung yang telah berbisnis di Montpellier, Spanyol selama 25 tahun, menyampaikan apresiasi:
“Bahar Malaka berhasil memadukan tradisi dan ekspresi kontemporer dalam karya yang kaya makna, dan Bahar Malaka adalah pelukis yang harus terus melanjutkan gaya dan ciri khas yang telah ada,” katanya, (1/1/2026).
Dengan kombinasi kuliner sate maranggi, seni lukis kaligrafi, persahabatan, dan refleksi spiritual, Saung Baraya Mamah Windu menegaskan diri sebagai hidden gem di Kabupaten Bandung Barat. Tempat ini bukan hanya untuk memanjakan indera, tetapi juga menenangkan jiwa—ruang ideal untuk menyambut fajar baru, menikmati seni, dan berbagi momen penuh makna di awal tahun 2026.
0 Komentar