![]() |
| Perempuan Berdaya dan Berkarya Menuju Indonesia Emas |
Momentum Hari Ibu bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bentuk pengakuan atas peran penting perempuan Indonesia—khususnya para ibu—sebagai pendidik utama dalam keluarga, pembentuk karakter, sekaligus penggerak perubahan sosial. Perempuan dinilai memiliki peran strategis dalam mendidik anak agar tumbuh optimal dan menjadi generasi penerus yang berguna bagi bangsa.
Dalam kegiatan tersebut ditegaskan bahwa perempuan berkarya adalah perempuan yang terus mengembangkan kemampuan, kreativitas, serta keaktifan sosialnya. Peran aktif perempuan di lingkungan sekitar menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Indonesia Emas sebagai negara yang maju, mandiri, dan berdaya saing.
![]() |
| Ibu Wali Kota Cimahi, Midjiati Ningsih |
Amanat penuh makna disampaikan oleh Ibu Wali Kota Cimahi, Midjiati Ningsih, yang mengingatkan pentingnya berbakti kepada ibu selagi masih ada.
“Ibu adalah segalanya bagi kita. Beruntunglah mereka yang masih memiliki ibu. Hormatilah, sayangilah, dan berbaktilah sebelum ajal menjemput,” pesannya menyentuh hadirin.
Lebih lanjut disampaikan, perempuan merupakan pilar utama dalam membangun mental dan karakter anak. Perempuan berkarya menegaskan bahwa ruang untuk berkreasi tidak pernah dibatasi. Kreativitas perempuan juga berkontribusi nyata dalam meningkatkan taraf ekonomi keluarga dan masyarakat.
![]() |
| Pemerintah Kota Cimahi terus menggaungkan tagline “Akhiri Kekerasan, Perempuan Aman. |
Sejalan dengan itu, Pemerintah Kota Cimahi terus menggaungkan tagline “Akhiri Kekerasan, Perempuan Aman.” Pesan ini menegaskan komitmen untuk menghapus segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak, yang hingga kini masih menjadi persoalan serius. Tingginya angka kekerasan dalam rumah tangga dan penyimpangan seksual, dengan korban mayoritas perempuan muda, remaja, dan anak-anak, menjadi keprihatinan bersama.
Dalam sambutan Wali Kota Cimahi Letkol (Purn) Ngatiyana, S.AP, yang disampaikan oleh Asisten Daerah I Hendra Gunawan karena berhalangan hadir, ditegaskan pentingnya membangun Kota Cimahi sebagai kota yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan.
“Tidak boleh ada rasa takut dalam kehidupan masyarakat. Kota Cimahi harus menjadi ruang aman bagi perempuan dan anak,” tegasnya.
Sebagai penguatan substansi, seminar ini menghadirkan narasumber Miryam Ariadne Sigarlaki, M.Psi., Psikolog, dengan materi bertajuk “Peran Perempuan dalam Mencegah Kekerasan untuk Mewujudkan Lingkungan Aman.” Materi ini mengajak perempuan untuk lebih sadar, berani, dan berperan aktif dalam pencegahan kekerasan, dimulai dari keluarga dan lingkungan terdekat.
Peringatan Hari Ibu ke-97 di Cimahi menjadi refleksi bersama bahwa perempuan yang kreatif, inovatif, dan mandiri adalah kekuatan besar bangsa. Dari tangan perempuan yang berdaya, lahir generasi tangguh dan masa depan Indonesia yang lebih gemilang.
Jurnalis: Asri Mulyani
Editor : Ghaza



0 Komentar