Aktual

SURUT EGOKU Rubrik Sastra – Puisi | Cimahi Aktual

 

Ilustrasi , “Surut Egoku”, Cimahi Aktual, (31/7/2026).

Cimahi Aktual – Sastra menjadi ruang untuk menyampaikan rasa, kegelisahan, renungan, sekaligus perjalanan batin melalui rangkaian kata. Dalam rubrik sastra kali ini, Cimahi Aktual menghadirkan sebuah puisi karya Ayuni Larasvara berjudul “Surut Egoku”.

Puisi ini menggambarkan pergulatan seseorang yang berdiri di antara gemerlap panggung dan keteduhan batin. Di dalamnya terdapat refleksi tentang pilihan, batas diri, keinginan untuk berkarya, serta upaya menempatkan ego pada ruang yang lebih tenang.

Melalui bahasa yang sederhana namun penuh perenungan, Ayuni mengajak pembaca melihat bahwa bersinar tidak selalu berarti harus mengejar sorak dan pujian. Ada kalanya seseorang tetap berkarya, tetap menari dan bernyanyi, tetapi dengan hati yang lebih rendah dan tidak lagi dikuasai oleh keinginan untuk diakui.

Berikut puisi “Surut Egoku” karya Ayuni Larasvara:
SURUT EGOKU
Aku lahir dengan dua panggilan.
Yang satu mengajakku menari,
menghidupkan panggung,
menyulam tepuk tangan menjadi nyawa.
Yang satu lagi memanggil lirih,
"Pulanglah…
tak semua cahaya adalah petunjuk."

Aku berdiri di antaranya.
Di satu sisi,
gemerlap mengajariku mencintai kehidupan.
Di sisi lain,
sunyi mengajariku bahwa kehidupan
hanyalah persinggahan.

Ketika aku berwarna,
ada yang bertanya,
"Bukankah perempuan seharusnya lebih menjaga?"
Ketika aku ingin menjaga,
ada yang berkata,
"Sayang sekali bakatmu dikubur."
Begitulah.

Tuhan,
benarkah ini salah?
Salahkah jika ini menjadi benar?
Lalu aku mengerti,
barangkali yang harus padam
bukan cahayanya,
melainkan sorot silauku.

Barangkali yang harus diam
bukan langkahnya,
melainkan surut egoku.

Maka biarkan aku tetap menari,
dengan tak lagi banyak mengejar sorak.
Biarkan aku tetap bernyanyi,
dengan tak lagi haus rasa dipuji.

Sebab tak semua yang bersinar
harus membakar.
Dan tak semua yang teduh
harus menghilang.

Bandung Barat, 31 Juli 2026
Ayuni Larasvara
Cimahi Aktual – Rubrik Sastra
Editor : Virgi Ali
Publikasi Digital : Raden William

0 Komentar

Iklan Banner

Pasang Iklan Disini

Type and hit Enter to search

Close