Cimahi, Cimahi Aktual — Pelatihan UMKM Naik Kelas, UMKM Jabar Istimewa dan Cimahi Mantap Makin Hepi digelar di Aula Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Selasa (11/8/2026). Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas produk sekaligus memperkuat pengelolaan usaha.
Kegiatan tersebut didukung Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat (Diskuk Jabar), Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian (Disdagkoperin) Kota Cimahi, serta Bank BJB Cabang Kota Cimahi.
Salah satu materi utama disampaikan Bemby Triyando, A.Md.T, pelaku usaha merchandise ekonomi kreatif dari Kelurahan Cipageran, Komplek Puri Blok E. Bemby merupakan alumni UMKM Naik Kelas 2023/2024 yang berbagi pengalaman kepada peserta.
Bemby membahas perspektif produk, fungsi umum hingga fungsi modern melalui strategi repositioning. Ia juga mengulas kecepatan produksi, strategi cross selling, serta Unique Selling Proposition (USP) sebagai kelebihan yang dapat menjadi pembeda sebuah produk.
Tidak hanya menemukan USP, pelaku UMKM juga perlu mampu mengeksekusinya. Bemby turut membahas pengelolaan SDM, kapasitas dan batas waktu produksi, sistem kerja hingga pencatatan usaha.
Sementara itu, Bambang Tris Bintoro memberikan materi mengenai manajemen usaha sederhana. Peserta diajak menetapkan goal, melakukan analisis SWOT, memahami karakter bisnis kecil dan bisnis bertumbuh, membangun mindset scale up business, serta memahami pilar pengelolaan usaha.
Pada sesi berikutnya, Bank BJB Kota Cimahi memberikan sosialisasi mengenai kredit umum yang disampaikan Dito Gunandi, S.T. Materi tersebut memberikan pemahaman mengenai akses pembiayaan yang dapat menjadi salah satu pilihan untuk mendukung kebutuhan pengembangan usaha.
Mewakili Disdagkoperin Kota Cimahi, Lilis Herlina, S.Sos., menyampaikan dukungan kepada masyarakat dan peserta UMKM Naik Kelas. Peningkatan kapasitas pelaku usaha dinilai penting agar UMKM semakin mandiri dan memiliki daya saing.
Setelah Acara, Bincang Santai
Usai seluruh rangkaian pelatihan selesai, suasana berlanjut dalam Bincang Santai bersama Dani Hamdani, S.E., Hani Handayani selaku Ketua Pelaksana, dan Fani Fandayani, S.ST.
Dalam suasana lebih santai, obrolan mengalir membahas perjalanan UMKM, tantangan pelaku usaha, hingga pentingnya menjaga semangat untuk terus berkembang. Percakapan berlangsung ringan, tetapi tetap menyentuh persoalan bagaimana UMKM dapat benar-benar naik kelas.
Dani Hamdani menilai, UMKM naik kelas bukan sekadar mengenai peningkatan omzet, tetapi juga perubahan pola pikir dan cara mengelola bisnis.
“Naik kelas bukan sekadar omzet bertambah. Yang penting bagaimana pelaku UMKM semakin tertata, mampu membaca peluang, dan berani mengembangkan usahanya,” ujar Dani.
Hani Handayani menambahkan, pelatihan bukan menjadi akhir, melainkan bagian awal dari proses pengembangan usaha.
“Harapannya, peserta tidak berhenti setelah mengikuti pelatihan. Apa yang didapat hari ini bisa langsung diterapkan, dievaluasi, lalu diperbaiki secara bertahap,” kata Hani.
Sementara Fani Fandayani menekankan pentingnya kemauan untuk terus belajar, berani berbenah, konsisten, dan terbuka terhadap kolaborasi.
“UMKM naik kelas itu proses. Ada kemauan untuk belajar, berani berbenah, konsisten, dan terbuka untuk berkolaborasi. Dari proses itulah usaha bisa tumbuh,” ujar Fani.
Jurnalis : Virgi Ali
Editor : Raden William





0 Komentar