Aktual

Janji Politik dan Harapan Publik: Saatnya Kerja Nyata untuk Kota Cimahi

Saatnya Kerja Nyata untuk Kota Cimahi, Pendopo DPRD Kota Cimahi, Jawa Barat, (28/7/2026).

Oleh: Asri Mulyani
Aktivis, Pemerhati Kebijakan Publik, Seniman, Jurnalis 

Cimahi Aktual - Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Kota Cimahi, masyarakat tentu berharap setiap kebijakan pemerintah mampu menjawab kebutuhan nyata di lapangan. Harapan itu bukan sesuatu yang berlebihan, (28/7/2026), melainkan konsekuensi dari amanah yang diberikan rakyat melalui proses demokrasi.

Persoalan sampah, banjir, sanitasi, lapangan pekerjaan, hingga keterbatasan ruang kota masih menjadi isu yang terus diperbincangkan masyarakat. Berbagai program telah diluncurkan, namun publik tentu berhak menilai sejauh mana kebijakan tersebut memberikan dampak yang nyata terhadap kualitas hidup warga.

Salah satu persoalan yang masih menjadi perhatian adalah pengelolaan sampah. Volume sampah terus meningkat setiap hari sehingga dibutuhkan kebijakan yang tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi memiliki arah yang jelas, terukur, dan berkelanjutan. Kota yang bersih tidak dibangun melalui slogan, melainkan melalui perencanaan yang matang, keberanian mengambil keputusan, serta pengawasan yang konsisten.

Persoalan banjir juga menjadi pekerjaan rumah yang memerlukan perhatian serius. Setiap musim hujan, sejumlah titik kembali mengalami genangan. Kondisi ini menunjukkan pentingnya percepatan solusi yang berbasis data, kolaborasi lintas sektor, dan evaluasi terhadap program yang telah berjalan agar masyarakat dapat merasakan hasil pembangunan secara langsung.

Saat proses politik berlangsung, berbagai gagasan dan komitmen disampaikan kepada masyarakat. Mulai dari perluasan kesempatan kerja, penguatan ekonomi daerah, pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pelayanan publik, hingga pengembangan sektor seni, budaya, dan ekonomi kreatif. Kini, masyarakat berharap seluruh komitmen tersebut diwujudkan melalui langkah-langkah yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pertanyaan masyarakat mengenai realisasi janji politik bukanlah bentuk penolakan terhadap pemerintah. Sebaliknya, hal itu merupakan bagian dari kontrol publik yang dijamin dalam sistem demokrasi. Pemerintah yang terbuka terhadap masukan akan lebih mudah membangun kepercayaan masyarakat.

Di sisi lain, DPRD Kota Cimahi memiliki peran strategis dalam menjalankan fungsi pengawasan. Setiap kebijakan dan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) harus dipastikan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Fungsi kontrol yang kuat merupakan salah satu fondasi terciptanya pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berpihak kepada kepentingan publik.

Kritik seharusnya tidak dipandang sebagai ancaman. Dalam demokrasi, kritik merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap arah pembangunan daerah. Masukan yang disampaikan secara konstruktif justru dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kebijakan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Demokrasi juga tidak berhenti pada saat masyarakat memberikan suara di bilik pemungutan suara. Setelah pemimpin terpilih, partisipasi publik tetap menjadi bagian penting dalam mengawal jalannya pemerintahan. Masyarakat memiliki hak untuk bertanya, memberikan masukan, sekaligus mengawasi agar setiap kebijakan tetap berada pada jalur kepentingan publik.

Sebagai warga Kota Cimahi, saya meyakini bahwa pemerintah, DPRD, akademisi, pelaku usaha, komunitas, media, dan masyarakat memiliki tanggung jawab yang sama untuk membangun kota ini menjadi lebih baik. Kolaborasi hanya akan terwujud apabila setiap pihak membuka ruang dialog, menerima kritik dengan lapang dada, dan bersama-sama mencari solusi.

Pada akhirnya, masyarakat tidak menilai keberhasilan pemerintah dari banyaknya narasi yang disampaikan atau besarnya pencitraan yang dibangun. Kepercayaan publik tumbuh dari kerja nyata, kebijakan yang berpihak kepada rakyat, serta keberanian menyelesaikan persoalan yang selama ini menjadi harapan masyarakat.

Kota Cimahi memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Potensi tersebut akan menjadi kekuatan apabila seluruh pemangku kepentingan mampu menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan politik maupun kelompok. Sebab, sejarah akan mencatat bukan siapa yang paling banyak berbicara, melainkan siapa yang benar-benar bekerja untuk kemajuan Kota Cimahi.

Editor : Virgi Ali 

Publikasi Digital : Raden William

0 Komentar

Iklan Banner

Pasang Iklan Disini

Type and hit Enter to search

Close