Cimahi, Cimahi Aktual — Kelurahan Setiamanah, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, melaksanakan kunjungan perdana ke Rumah Kreatif Bunda Mei (RKBM) yang berlokasi di Jalan Contong No. 9, Selasa (28/4/2026), pukul 10.00 WIB. Kunjungan ini diwakili oleh Sekretaris Lurah, Pipih Muspika, bersama jajaran PKK Kelurahan Setiamanah, Serta Fidelia Mifta, yang merupakan Bunda Paud Kelurahan Setiamanah.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah kelurahan dan komunitas kreatif berbasis sosial, khususnya dalam pengembangan potensi anak dan pemberdayaan masyarakat secara inklusif.
Pipih Muspika, yang akrab disapa Teh Pipih, menyampaikan apresiasi atas kiprah RKBM yang dinilai konsisten menghadirkan program berbasis sosial, seni, dan ekonomi kreatif.
“Kami melihat langsung bagaimana RKBM berjalan dan memberikan dampak nyata di masyarakat. Harapannya ke depan, bisa terjalin kemitraan yang kuat dengan warga Kelurahan Setiamanah, terutama dalam menggali dan mengembangkan potensi anak, termasuk anak disabilitas,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Endah Andriani Pratiwi, M.Psi., Psikolog, selaku staf ahli RKBM yang mewakili Ketua RKBM Bunda Mei, memaparkan berbagai program unggulan yang telah dijalankan. Ia menegaskan bahwa RKBM tidak hanya berfokus pada anak disabilitas, tetapi juga terbuka bagi anak-anak umum dan masyarakat luas.
“Kegiatan kami tidak hanya untuk anak disabilitas, tetapi juga untuk anak-anak pada umumnya. Kami meliputi Art Therapi, workshop, hingga pendampingan keluarga. Pendekatan yang kami gunakan berbasis kasih sayang dan seni, agar setiap anak merasa nyaman, diterima, dan mampu berkembang sesuai potensinya. Bagi anak maupun orangtua yang membutuhkan layanan psikologi, maka kami merujuk ke psikolog untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut,” jelas Endah.
Kunjungan Perdana Kelurahan Setiamanah Perkuat Sinergi dengan RKBM, Kota Cimahi , Jawa Barat (28/4/2026).
Pelatih tari RKBM, Maya Rosmiati, turut menambahkan bahwa seni tari menjadi salah satu metode efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik, konsentrasi, serta rasa percaya diri anak. Ia juga mengapresiasi dukungan dari Kelurahan Setiamanah yang telah memberikan ruang untuk kegiatan latihan.
“Kami mengajarkan berbagai tarian seperti Tari Kreasi Nusantara dan Tari Kontemporer. Dukungan tempat latihan dari kelurahan sangat membantu keberlangsungan proses belajar anak-anak,” ungkapnya.
Sementara itu, Ela Nurlaela, S.Pd.I, sebagai staf RKBM, menggambarkan kondisi pembinaan secara lebih realistis di lapangan. Ia menekankan bahwa setiap anak memiliki proses yang berbeda dan membutuhkan pendekatan yang sabar serta bertahap.
“Di sini kami tidak memaksakan anak harus langsung bisa. Ada yang awalnya hanya mau duduk, memegang alat gambar, atau sekadar mengamati. Itu sudah bagian dari proses. Dari situ, kami arahkan perlahan ke aktivitas seperti menggambar, menari, hingga berinteraksi sosial,” tutur Ela.
Ia juga menegaskan pentingnya peran keluarga dalam mendukung perkembangan anak. “Kami rutin berkomunikasi dengan orang tua, karena perkembangan anak tidak hanya terjadi di RKBM, tetapi juga di lingkungan rumah. Sinergi ini yang sangat penting,” tambahnya.
Pada hari yang sama, RKBM juga menggelar kegiatan bertajuk “RKBM Art Therapy: Refleksi Cinta” dengan tema “Kita Untuk Nusantara” di halaman Masjid Agung Kota Cimahi. Kegiatan ini menampilkan karya kolaboratif anak-anak, termasuk anak disabilitas, sebagai bentuk ekspresi seni dan simbol kebersamaan dalam keberagaman.
Mengusung slogan “Bukan Sekadar Sanggar Biasa”, RKBM terus menegaskan perannya sebagai gerakan sosial yang menjadikan seni sebagai media terapi, edukasi, dan pemberdayaan bagi masyarakat. Program ini turut mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, LPDP, dan Danasiana.
Kunjungan ini diharapkan menjadi kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah dan komunitas, dalam upaya memperluas dampak positif serta membuka ruang yang lebih inklusif bagi pengembangan potensi anak dan masyarakat, termasuk anak disabilitas, di Kota Cimahi.
Jurnalis : Virgi Ali
Editor : Eel


0 Komentar