Aktual

“Harmoni Tubuh dan Jiwa Disabilitas: Seni Pertunjukan Teater dan Permainan Rakyat” Dorong Inklusi Melalui Art Therapy

Acara dibuka dengan penampilan Tarian Merak oleh anak-anak Sanggar Tari RKBM, Unjani, Kota Cimahi (15/4/20206).

Cimahi, Cimahi Aktual — Workshop bertajuk “Harmoni Tubuh dan Jiwa Disabilitas: Seni Pertunjukan Teater dan Permainan Rakyat” sukses diselenggarakan pada Selasa, (15/4/2026) pukul 13.00 WIB di Aula Fakultas Psikologi Universitas Jenderal Achmad Yani (UNJANI), Kota Cimahi. Kegiatan ini menjadi ruang kolaboratif antara seni pertunjukan, psikologi, dan pendekatan terapi seni (art therapy) dalam mendukung inklusivitas bagi penyandang disabilitas serta anak-anak.

Acara ini diselenggarakan oleh Sanggar Rumah Kreatif Bunda Mei (RKBM) dengan slogan “Bukan Sekedar Sanggar Biasa, Art Therapy”, serta mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Dana Indonesiana, dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Acara dibuka dengan penampilan Tarian Merak oleh anak-anak Sanggar RKBM, yaitu Rara, Huma, Zia, Qiran, Azalika, dan Najwa yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Penampilan tersebut berlangsung indah, penuh ekspresi, dan berhasil menciptakan suasana hangat serta mengundang apresiasi dari para tamu undangan. Selanjutnya, seluruh peserta bersama-sama menyanyikan Lagu Indonesia Raya dengan penuh khidmat.

diresmikan oleh Kepala Bidang Dinas Kebudayaan, Pariwisata, (Disbudparpora) Kota Cimahi, Kang Lucky, Jawa Barat (15/4/2026).

Kegiatan ini secara resmi diresmikan oleh Kepala Bidang Dinas Kebudayaan, Pariwisata, (Disbudparpora) Kota Cimahi, Lucky Sugih Mauludin, S.E., M.M.,yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap konsistensi Rumah Kreatif Bunda Mei (RKBM) dalam mengembangkan seni berbasis inklusivitas. Ia juga menekankan pentingnya penguatan kebijakan kebudayaan sebagai bagian dari pembangunan karakter dan ekosistem seni berkelanjutan di Kota Cimahi.

Hadir pula Ketua Dewan Kebudayaan Kota Cimahi (DKKC), Siti Yanti Abintini, S.H., M.M., yang di dampingi oleh Deni Irawan S.ST., CT., yang menyampaikan dukungan terhadap pengembangan ekosistem seni yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis komunitas di Kota Cimahi.

Sambutan ketua panitia, Ela Nurlaela S.Pd.I., menyoroti pentingnya pendekatan inklusif dalam seni pertunjukan serta keterhubungan antara tubuh, emosi, dan jiwa dalam proses terapi seni. Sementara itu, perwakilan Wakil Dekan 3 Fakultas Psikologi UNJANI, Muhammad Hadras, S.Psi., M.Si. Hadras, memberikan apresiasi atas sinergi antara dunia akademik dan komunitas seni dalam mendukung penguatan budaya serta pemanfaatan fasilitas pendidikan.

Acara secara resmi dibuka melalui doa yang dipimpin oleh Abi Dadi, dilanjutkan sesi materi yang dimoderatori oleh Yeni Hadianti, M.Pd., Ch., CHT.

Mang Hermana HMT menyampaikan materi ekspresif mengenai aktivitas anak melalui permainan rakyat, Kota Cimahi (15/4/2026).

Dalam sesi pemaparan materi, Mang Hermana HMT menyampaikan materi ekspresif mengenai aktivitas anak melalui permainan rakyat, pola asuh orang tua, serta tantangan pendidikan di era kecerdasan buatan. Ia juga memaparkan hasil riset lapangan selama satu bulan di Daerah Istimewa Yogyakarta terkait nilai sosial, pola asuh, dan pembentukan karakter anak dalam konteks perubahan zaman.

Bunda Mei, Tokoh Penggerak Wanita Kota Cimahi, Unjani (15/4/2026).

Bunda Mei Suprihartini, S.T., CHA, CCMHC, CH, menegaskan bahwa seni merupakan media penting dalam membangun keseimbangan jiwa, cinta, dan pemulihan emosional, khususnya bagi anak-anak disabilitas melalui pendekatan art therapy yang humanis dan terapeutik.

Sementara itu, narasumber Endah Andriani Pratiwi M.Psi.,menyampaikan bahwa berkesenian dapat menjadi sarana regulasi emosi yang efektif, terutama bagi anak dengan tantangan perilaku seperti tantrum. Seni dipandang sebagai ruang aman untuk ekspresi, komunikasi, dan pemulihan psikologis.

Workshop ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara seni, psikologi, dan komunitas dalam membangun ruang inklusif yang berkelanjutan. Kegiatan ditutup dengan hiburan dari Penyanyi cilik Callasia yang berjudul Lagu “gemar membaca”, ciptaan bunda Mei dan Penampilan Tari Campeureunik dari Sanggar Tari RKBM (Rachel, Camel, Mesya). Aktivitas Workshop ini diharapkan menjadi model pengembangan program serupa di berbagai daerah di Indonesia, sebagai bagian dari penguatan seni sebagai media terapi dan transformasi sosial.


Reportase : Eel 

Jurnalis : Virgi Ali

0 Komentar

Iklan Banner

Pasang Iklan Disini

Type and hit Enter to search

Close