Aktual

Hari ke-2 Pasanggiri Ketipeng Maestro 2025: Melestarikan Karya, Merawat Warisan Budaya di Cimahi

 

Maestro Abah Nano, Hari ke-2 Pasanggiri Ketipeng Maestro 2025, Kota Cimahi, Jawa Barat (19/4/2026).

Cimahi, Cimahi Aktual — Memasuki hari ke-2, semangat pelestarian seni tradisional Sunda semakin terasa kuat dalam gelaran Pasanggiri Ketipeng Maestro 2025 bertajuk “Melestarikan Karya, Merawat Warisan Budaya”. Acara yang berlangsung pada 18–19 April 2026 di Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah ini menjadi bukti nyata bahwa seni tradisi tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Suratman (ID.44073) dalam skema pendayagunaan ruang publik, dengan dukungan dari Kementerian Republik Indonesia melalui program Dana Indonesiana serta Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Sinergi juga terjalin bersama Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Budaya Pariwisata (Disbudpar), Dewan Kebudayaan Kota Cimahi (DKKC), Sanggar Seni Giri Wangi, serta Komite Tari DKKC.

Pada hari kedua, (19/4/2026) antusiasme peserta dan penonton semakin meningkat. 30 sanggar seni dan tari tampil memukau. Setiap penampilan menghadirkan keunikan dan kekayaan ekspresi dalam membawakan Tari Ketuk Tilu Topeng (Ketipeng), yang sarat akan nilai budaya Sunda.

Dewan juri akademisi Institut Seni Budaya Indonesia, Kota Cimahi (19/4/2026).


Acara dipandu dengan hangat oleh Asri Mulyani dan Siti Maria, menciptakan suasana yang interaktif dan penuh keakraban. Sementara itu, dewan juri dari kalangan akademisi Institut Seni Budaya Indonesia Bandung, yakni Edi Mulyana S.Sn., M.Sn., Deri Al Badri S.Sn., M.Sn., serta Anggha Nugraha Sr S.Sn., M.Sn., memberikan penilaian secara profesional berdasarkan aspek teknik, ekspresi, dan pemahaman nilai tradisi.

Puncak kegiatan hari ke-2 ditandai dengan pengumuman juara, di mana Sanggar Jalinger berhasil meraih Juara Umum 1. Prestasi ini menjadi bukti konsistensi dan dedikasi dalam menjaga warisan seni tradisional. Sembari menunggu pengumuman, peserta dan penonton juga disuguhkan diskusi budaya bersama maestro Abah Nano, sosok penting yang dikenal sebagai pencipta Tari Ketipeng. Diskusi ini memperkaya pemahaman tentang sejarah dan makna di balik kesenian tersebut.

Sesi Foto bersama Peserta Juara, Juri, dan Panitia, Kel.Padasuka, Kota Cimahi , Jawa Barat (19/4/2026).

Rangkaian acara ditutup dengan silaturahmi antar sanggar, mahasiswa ISBI, panitia, serta penonton. Suasana kebersamaan dan rasa bangga terhadap budaya lokal terasa begitu kuat, menandai keberhasilan acara ini tidak hanya sebagai kompetisi, tetapi juga sebagai ruang edukasi dan penguatan jejaring budaya.

Melalui Pasanggiri Ketipeng Maestro 2025, diharapkan generasi muda semakin terdorong untuk mencintai dan melestarikan seni tradisional sebagai bagian dari identitas bangsa. Kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya Indonesia.


Jurnalis : Virgi Ali 

Editor : Abba Na Arakas

0 Komentar

Iklan Banner

Pasang Iklan Disini

Type and hit Enter to search

Close