Perempatan Cibaduyut, Leuwipanjang, Kota Bandung, Jawa Barat (23/3/2026).
Bandung, Cimahi Aktual – Kawasan Cibaduyut di Kota Bandung telah lama dikenal sebagai jantung industri sepatu rakyat sejak era 1940-an. Berawal dari para perajin rumahan yang memproduksi sepatu secara tradisional, Cibaduyut berkembang pesat hingga menjadi ikon ekonomi kreatif yang mengharumkan nama Bandung, bahkan menembus pasar ekspor pada dekade 1980–1990-an.
Area Toko Sepatu Cibaduyut, Kota Bandung , Jawa Barat (23/3/2026).
Salah satu simbol kejayaan itu adalah patung sepatu raksasa yang berdiri megah di pintu masuk kawasan. Ikon tersebut bukan sekadar penanda wilayah, melainkan representasi kebanggaan kolektif para pengrajin dan identitas budaya lokal.
Namun kini, patung legendaris itu telah tiada, (23/3/2026), tergantikan oleh pembangunan flyover. Perubahan fisik ini seolah menjadi penanda bergesernya zaman. Pada Lebaran hari ketiga Idul Fitri tahun ini, suasana Cibaduyut terasa berbeda—tidak lagi dipadati pengunjung seperti masa kejayaannya. Toko-toko sepatu yang dahulu hidup kini tampak lebih sunyi.
Fenomena ini mencerminkan tantangan besar bagi warisan industri tradisional di tengah modernisasi dan digitalisasi. Meski demikian, semangat sejarah Cibaduyut tetap hidup. Dengan inovasi dan adaptasi, kawasan ini diharapkan mampu bangkit kembali sebagai simbol budaya, bukan hanya sebagai pusat perdagangan, tetapi juga sebagai warisan yang terus berdenyut di tengah perubahan zaman.
Reportase : William
Jurnalis : Virgi Ali


0 Komentar