Aktual

Bukber Emak-Emak SDN Cimahi Mandiri 5, Tradisi Silaturahmi yang Menghangatkan Ramadan

“emak-emak” dari lingkungan SDN Cimahi Mandiri 5

 Cimahi, Cimahi Aktual — Bulan suci Ramadan di Indonesia, khususnya di Jawa Barat, selalu dihiasi berbagai tradisi kebersamaan yang sarat makna. Mulai dari kegiatan papajar atau makan bersama menjelang datangnya Ramadan, hingga tradisi buka bersama (bukber) yang dilakukan oleh berbagai kalangan, seperti komunitas, karyawan perusahaan, anak muda, hingga kelompok ibu-ibu sosialita.

Tradisi tersebut biasanya berlanjut setelah Ramadan dengan kegiatan halal bihalal, sebagai momentum untuk saling memaafkan sekaligus mempererat tali silaturahmi.

Anak anak Turut ikut dalam kegiatan

Pada dasarnya, berbagai kegiatan ini menjadi sarana untuk memperkuat hubungan pertemanan, persahabatan, hingga persaudaraan. Selain sebagai ajang berkumpul, tradisi tersebut juga menjadi cara sederhana untuk berbagi kebahagiaan sambil mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.

Hal serupa dilakukan oleh sekelompok ibu-ibu atau yang akrab disebut “emak-emak” dari lingkungan SDN Cimahi Mandiri 5. Mereka membentuk sebuah grup pertemanan bernama Botram, yang beranggotakan perwakilan orang tua murid dari berbagai kelas.

Mayoritas anggota berasal dari kelas 3A, 3B, dan 3D, namun ada pula yang berasal dari kelas 2, kelas 4, hingga kelas 6. Kebersamaan ini menunjukkan bahwa menjalin pertemanan tidak harus terbatas pada satu kelas saja, melainkan dapat meluas dalam satu lingkungan sekolah.

Sebagai bagian dari tradisi Ramadan, grup tersebut menggelar kegiatan buka puasa bersama pada Kamis, 5 Maret 2026, di restoran ayam goreng Ayam Jagongan Sangkuriang.

Acara berlangsung meriah dengan dress code bernuansa hitam dan cokelat, yang menambah kesan kompak di antara para peserta. Tidak hanya berbuka puasa bersama, kegiatan ini juga diisi dengan tukar kado sebelum waktu berbuka tiba, yang membuat suasana semakin hangat dan penuh keceriaan.

 Keakraban terjalin

Para ibu dan anak-anak yang hadir tampak menikmati momen kebersamaan tersebut. Tawa dan cerita mengalir, menciptakan suasana kekeluargaan yang erat di antara mereka.

“Alhamdulillah, kami masih diberi kesempatan untuk berkumpul dan bersilaturahmi. Semoga kebersamaan ini membawa keberkahan dan mempererat persaudaraan,” ujar salah satu peserta kegiatan.

Dari kegiatan sederhana tersebut, tersimpan hikmah yang mendalam. Kebersamaan yang dibangun dengan niat tulus dapat mengubah hubungan pertemanan menjadi persaudaraan. Ramadan pun menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat nilai kebersamaan, saling berbagi, dan mempererat tali silaturahmi di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan seperti ini, semangat Ramadan tidak hanya dirasakan dalam ibadah, tetapi juga dalam kebersamaan yang penuh kehangatan. 

Jurnalis : Asri 

0 Komentar

Iklan Banner

Pasang Iklan Disini

Type and hit Enter to search

Close