![]() |
| Ilustrasi |
Namun dalam sebuah tausiah yang disampaikan dalam video kajian terbaru, dijelaskan bahwa tidak semua salat yang sah secara syariat otomatis diterima oleh Allah SWT. Ada golongan manusia yang secara gerakan dan rukun sudah terpenuhi, tetapi nilainya menjadi sia-sia karena sikap dan perbuatannya.
Berikut beberapa golongan yang dibahas:
1. Laki-laki yang Salat Sendirian dan Tidak Memperbaiki Bacaan
Disebutkan bahwa laki-laki yang memilih salat sendiri tanpa uzur dan tidak memperbaiki bacaan salatnya berpotensi kehilangan kesempurnaan ibadahnya.
Salat berjamaah memiliki keutamaan yang besar. Selain pahala yang berlipat ganda, berjamaah juga membantu memperbaiki kesalahan bacaan maupun gerakan. Imam dapat menjadi pembimbing, dan makmum bisa saling mengingatkan bila terjadi kekeliruan.
Karena itu, bagi kaum laki-laki, salat berjamaah di masjid sangat dianjurkan sebagai bentuk penyempurnaan ibadah.
2. Laki-laki yang Salat tetapi Tidak Menunaikan Zakat
Golongan berikutnya adalah orang yang rajin salat tetapi enggan mengeluarkan zakat. Dalam ajaran Islam, salat dan zakat sering disebut beriringan.
Artinya, keduanya adalah satu kesatuan kewajiban. Tidak sempurna ketaatan seseorang jika hanya menjalankan salat tetapi mengabaikan zakat, padahal sudah memenuhi syarat wajib.
Menahan zakat bukan sekadar pelanggaran sosial, tetapi juga bentuk kelalaian terhadap hak orang lain yang dititipkan dalam harta kita.
Dalam tausiah tersebut juga disampaikan bahwa masih ada beberapa golongan lain yang termasuk dalam kategori “salatnya sah tetapi tidak diterima”, yang akan dibahas lebih lanjut dalam kajian berikutnya.
Pesan utama dari kajian ini adalah agar umat Islam tidak hanya fokus pada gerakan lahiriah salat, tetapi juga memperhatikan keikhlasan, ketaatan menyeluruh, serta akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Sebab pada akhirnya, bukan sekadar sah atau tidaknya salat yang menjadi tujuan, melainkan diterima atau tidaknya ibadah tersebut di sisi Allah SWT.
Cimahi Aktual akan terus menghadirkan rangkuman tausiah dan kajian keislaman yang mudah dipahami dan menyejukkan hati pembaca.
Narasumber : Ustad Cecep
Jurnalis : Redaksi

0 Komentar