Aktual

Gentra Pamitran Bawa Aksara Sunda Buhun ke Panggung Festival Budaya Asia 2026

Gentra Pamitran Cimahi membawa warisan budaya Sunda ke ruang perjumpaan budaya Asia, Kota Baru Parahyangan, Kab. Bandung Barat, Jawa Barat, (20/9/2026).

Kab. Bandung Barat, Cimahi Aktual — Komunitas Gentra Pamitran Cimahi membawa warisan budaya Sunda ke ruang perjumpaan budaya Asia melalui Festival Budaya Asia 2026 yang berlangsung 18–20 September 2026 di The Kana Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Festival yang diselenggarakan Universitas Borromeus tersebut menghadirkan beragam budaya Asia, mulai dari kuliner, olahraga, pendidikan hingga berbagai karya ekonomi kreatif.

Salah satu agenda yang mendapat antusiasme adalah Workshop Aksara Sunda Buhun pada 20 September 2026. Kegiatan ini menjadi ruang edukasi untuk mengenal huruf Sunda, membaca, sekaligus mempraktikkan penulisan Aksara Sunda pada kertas dan daun lontar.

Ketua sekaligus narasumber dan maestro Aksara Sunda Gentra Pamitran, Yudistira Purana Sakya Kitri alias Mang Ujang Laip, bersama Kang Ino, memberikan pemahaman mengenai Aksara Sunda sekaligus praktik menulis menggunakan pisau pangutik atau pangot. Peserta juga diperkenalkan dengan penggunaan tinta berbahan kemiri sebagai bagian dari proses penulisan pada daun lontar.

Peserta workshop datang dari sejumlah wilayah, antara lain Sumedang, Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat dan Kota Cimahi. Perwakilan dari sejumlah institusi seperti Disarpus, Dispusip, Disbudparpora dan Dispusarda juga mengikuti kegiatan tersebut, dengan jumlah sekitar 10 peserta.

Rangkaian kehadiran Gentra Pamitran kemudian diperkuat dengan penampilan Tarawangsa, Kota Baru Parahyangan, Kab. Bandung Barat, Jawa Barat, (20/9/2026).

Antusiasme peserta terlihat saat mempelajari berbagai bentuk huruf Aksara Sunda, termasuk aksara Carakan beserta perangkat pendukungnya. Bagi Gentra Pamitran, kegiatan ini bukan sekadar workshop, melainkan bagian dari upaya agar Aksara Sunda Buhun tidak punah dan tetap dikenal generasi mendatang.

“Belajar aksara memang membutuhkan ketekunan. Namun, dengan latihan yang terus dilakukan, pemahaman akan tumbuh,” menjadi semangat dalam kegiatan tersebut.

Program pelestarian ini juga dirancang berkelanjutan, sehingga workshop tidak berhenti pada Festival Budaya Asia 2026.

Selain Aksara Sunda, Gentra Pamitran memperkenalkan Karinding melalui workshop bersama Abah Tedi dan Akang Asep Badru. Rangkaian kehadiran Gentra Pamitran kemudian diperkuat dengan penampilan Tarawangsa, seni musik tradisional Nusantara.

Gentra Pamitran juga membawa berbagai kerajinan kriya ke stand festival sebagai bagian dari penguatan ekonomi kreatif berbasis budaya.

Gentra Pamitran membawa berbagai kerajinan kriya ke stand festival, Kota Baru Parahyangan, Kab. Bandung Barat, Jawa Barat, (20/9/2026).

Melalui panggung Festival Budaya Asia 2026, budaya Sunda dari Cimahi tidak hanya diperkenalkan sebagai warisan masa lalu, tetapi dihadirkan sebagai pengetahuan, karya, seni dan ekonomi kreatif yang dapat terus berkembang lintas generasi.


Reportase : Asri Mulyani 

Jurnalis : Virgi Ali 

Editor : Raden William

0 Komentar

Iklan Banner

Pasang Iklan Disini

Type and hit Enter to search

Close