Aktual

Ngatiyana Rangkul Ormas dan LSM, Pemkot Cimahi Janjikan Anggaran Tak Lagi Terdampak Efisiensi

Ngatiyana , Kegiatan yang menjadi momentum mempererat hubungan antara pemerintah daerah dengan Ormas dan LSM, Kota Cimahi (28/6/2026).

Cimahi, Cimahi Aktual – Pemerintah Kota Cimahi membuka ruang komunikasi dengan organisasi kemasyarakatan (Ormas) dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) melalui kegiatan Silaturahmi dan Pembinaan yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Cimahi di De'Cores Cafe, Jalan Kolonel Masturi No.101, Cipageran, Sabtu (28/6/2026).

Pertemuan tersebut dihadiri langsung Wali Kota Cimahi, Letkol (Purn) Ngatiyana, S.AP, bersama Kepala Bakesbangpol Kota Cimahi, Sugeng Budiono, S.Sos., M.T. Sebanyak 81 Ormas dan LSM hadir dari sekitar 100 organisasi yang diundang. Sementara itu, secara keseluruhan tercatat sekitar 350 Ormas dan LSM berada di bawah pembinaan Bakesbangpol Kota Cimahi.

Kegiatan ini menjadi momentum mempererat hubungan antara pemerintah daerah dengan Ormas dan LSM sebagai mitra strategis dalam mengawal pembangunan serta menyampaikan aspirasi masyarakat.

Kepala Bakesbangpol Kota Cimahi, Sugeng Budiono, menegaskan bahwa keberadaan Ormas dan LSM harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, organisasi masyarakat tidak hanya berfungsi sebagai mitra kritis pemerintah, tetapi juga menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan warga.

"Harapannya Ormas dan LSM di Kota Cimahi dapat bersatu, kompak, dan solid dalam mengawal pembangunan maupun kebijakan pemerintah. Kehadirannya harus berguna dan berdaya guna bagi masyarakat," ujar Sugeng.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Cimahi Ngatiyana juga memaparkan kondisi keuangan daerah yang saat ini terdampak kebijakan efisiensi anggaran. Ia menjelaskan sekitar Rp235 miliar anggaran mengalami penyesuaian dari total APBD Kota Cimahi yang mencapai sekitar Rp1,6 triliun.

Peserta LSM dan Ormas Kota Cimahi, Jawa Barat (28/6/2026).

Ngatiyana merinci, sebagian besar anggaran dialokasikan untuk belanja pegawai ASN sekitar Rp800 miliar, operasional RSUD Cibabat sekitar Rp200 miliar, serta kebutuhan DPRD Kota Cimahi sekitar Rp100 miliar. Sisanya digunakan untuk pembangunan dan program prioritas daerah.

Di hadapan para peserta, Ngatiyana menyampaikan komitmennya agar efisiensi anggaran tidak terus berdampak terhadap kegiatan yang melibatkan Ormas, LSM, buruh maupun insan pers. Menurutnya, pemerintah daerah akan mengupayakan pengembalian alokasi anggaran tersebut sesuai kemampuan keuangan daerah.

Pernyataan tersebut mendapat respons positif dari para peserta yang berharap komitmen tersebut dapat segera direalisasikan.

Meski demikian, sejumlah peserta menilai forum silaturahmi ini belum sepenuhnya memberikan ruang dialog yang memadai. Keterbatasan waktu membuat sesi diskusi dan penyampaian aspirasi dari Ormas maupun LSM tidak berlangsung secara optimal.

Padahal, para peserta berharap organisasi masyarakat dapat dilibatkan sejak tahap awal perencanaan pembangunan agar kebijakan dan pengalokasian anggaran benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Forum ini pun diharapkan menjadi awal lahirnya komunikasi yang lebih terbuka antara Pemerintah Kota Cimahi dengan Ormas dan LSM. Bakesbangpol diharapkan dapat memfasilitasi forum-forum diskusi yang lebih intensif, partisipatif, dan memberikan ruang bagi seluruh elemen masyarakat sipil untuk menyampaikan gagasan serta masukan terhadap arah pembangunan Kota Cimahi.

Dengan komunikasi yang lebih terbuka, sinergi antara pemerintah dan organisasi masyarakat diyakini dapat memperkuat pengawasan pembangunan sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap proses penyelenggaraan pemerintahan di Kota Cimahi.

Jurnalis : Asri Mulyani

Editor : Virgi Ali, Raden William

0 Komentar

Iklan Banner

Pasang Iklan Disini

Type and hit Enter to search

Close