Aktual

RKBM Art Therapy: Refleksi Cinta Hadirkan Inovasi Terapi Seni Inklusif Berbasis Edukasi dan Psikologi di Kota Cimahi

 

Ketua RKBM, Mei Suprihartini, S.T., CHA, CCMHC, CH., Masjid Agung Kota Cimahi, Jawa Barat (28/4/2026).

Cimahi, Cimahi Aktual - Sanggar Rumah Kreatif Bunda Mei (RKBM) kembali menggelar kegiatan inspiratif bertajuk “RKBM Art Therapy: Refleksi Cinta” dengan tema “Kita Untuk Nusantara”, (28/4/2026), yang berlangsung di halaman Masjid Agung Kota Cimahi, Jawa Barat.

Kegiatan ini mengusung slogan “Bukan Sekadar Sanggar Biasa, Art Therapy”, serta mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Dana Indonesiana, dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Program ini menjadi ruang kolaboratif yang mempertemukan anak-anak, termasuk anak berkebutuhan khusus, dalam wadah ekspresi seni yang inklusif, edukatif, dan terapeutik.

RKBM membangun sistem yang melibatkan anak, orang tua, dan pendamping secara bersamaan, Masjid Agung Cimahi, Jawa Barat (28/4/2026).

Pelaksanaan kegiatan turut melibatkan para ahli di bidang kesehatan, psikologi, serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang membantu dalam proses pendampingan, observasi, dan penerapan metode terapi. Kolaborasi ini memperkuat pendekatan ilmiah dalam setiap aktivitas yang dijalankan, sehingga tidak hanya bersifat kreatif, tetapi juga berbasis keilmuan.

Ketua RKBM, Mei Suprihartini, S.T., CHA, CCMHC, CH, yang akrab disapa Bunda Mei, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada terapi seni, tetapi juga dikembangkan sebagai model sistem pendidikan alternatif yang terintegrasi dengan pendekatan psikologi perkembangan anak.

“RKBM Art Therapy bukan hanya ruang terapi, tetapi juga bagian dari sistem pendidikan berbasis pengalaman (experiential learning). Di dalamnya ada kurikulum yang kami susun secara bertahap, mulai dari pengenalan emosi, ekspresi diri, hingga penguatan karakter melalui seni,” ujar Bunda Mei.

Ia menjelaskan bahwa kurikulum yang diterapkan menggabungkan unsur pendidikan, psikologi, dan seni terapi dalam satu pendekatan holistik. Metode yang digunakan dikenal sebagai “Art Therapy Reflection of Love”, yaitu terapi seni yang memadukan ekspresi emosi, refleksi diri, dan nilai cinta dalam suasana yang aman dan menyenangkan.

Metode ini diterapkan melalui berbagai aktivitas, seperti menggambar, mewarnai, art expression therapy, storytelling visual, hingga writing therapy sederhana. Setiap aktivitas dirancang untuk membantu anak mengenali emosi, meningkatkan fokus, serta mengembangkan empati dan kemampuan sosial.

Sesi Foto Bersama Rumah Kreatif Bunda Mei, Masjid Agung Kota Cimahi (28/4/2026).

Kegiatan ini juga melibatkan kader RBM serta tenaga pendamping dari mahasiswa psikologi dan kesehatan yang berperan dalam observasi perkembangan anak, pendampingan emosional, serta dokumentasi proses terapi. Kolaborasi ini menjadi bagian dari pembelajaran lapangan yang menghubungkan teori akademik dengan praktik langsung di masyarakat.

Dalam sesi wawancara, Bunda Mei menambahkan bahwa keterlibatan orang tua menjadi bagian penting dalam sistem terapi ini.

“Kami membangun sistem yang melibatkan anak, orang tua, dan pendamping secara bersamaan. Ini bukan hanya terapi individu, tetapi terapi keluarga yang memperkuat ikatan emosional,” jelasnya.

Anak-anak dengan berbagai kategori kebutuhan khusus seperti autisme, cerebral palsy, dan down syndrome turut ambil bagian dalam kegiatan ini. Mereka menunjukkan perkembangan positif dalam kemampuan komunikasi, ekspresi diri, serta interaksi sosial melalui pendekatan seni.

Para pendamping dari kalangan mahasiswa dan ahli psikologi menyampaikan bahwa metode ini memberikan pengalaman pembelajaran, pengalaman, terapi berkelanjutan langsung yang sangat berharga, sekaligus membuka pemahaman baru mengenai pendekatan terapi berbasis seni dalam dunia pendidikan dan kesehatan mental.

Melalui kegiatan ini, RKBM menegaskan komitmennya untuk membangun sistem pendidikan alternatif yang lebih humanis, inklusif, dan berorientasi pada pemulihan emosional anak. Ke depan, RKBM berharap model ini dapat dikembangkan menjadi kurikulum yang lebih luas dan dapat diterapkan di berbagai institusi pendidikan di Indonesia.

RKBM Art Therapy: Refleksi Cinta menjadi bukti nyata bahwa seni, pendidikan, dan psikologi dapat bersinergi dalam menciptakan ruang tumbuh yang aman, penuh kasih, dan bermakna bagi setiap anak tanpa terkecuali.


Jurnalis : Virgi Ali 

Editor : Eel

0 Komentar

Iklan Banner

Pasang Iklan Disini

Type and hit Enter to search

Close