Aktual

Bunda Mei “Reflection of Love, Terapi Seni yang Memeluk Emosi”

Mei Suprihartini, S.T., CHA, Kelurahan Cibabat, Cimahi Utara (24/12/2025).

 Cimahi, Cimahi Aktual — Pemerintah Kota Cimahi terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan layanan sosial yang inklusif dan berkelanjutan. Melalui Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara, kegiatan terapi rehabilitasi bagi penyandang disabilitas berbagai kategori digelar pada Selasa (24/12/2025), dengan pendekatan yang hangat, ramah anak, dan penuh empati.

Kegiatan ini difasilitasi langsung oleh Lurah Cibabat, Bambang Wahyu Purwasto, S.STP., M.Tr.A.P., sebagai bagian dari penguatan program Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM) yang berfokus pada pemulihan fisik, mental, dan emosional anak disabilitas secara menyeluruh.

bermain bersama orang tua dan Pendamping melalui kegiatan gerak dan lagu yang menyenangkan, Cimahi Utara, Kota Cimahi (25/12/2025).

Sebelum sesi terapi dimulai, suasana ceria sudah terasa ketika anak-anak diajak bermain bersama orang tua melalui gerak dan lagu. Dipandu Tim Art Therapy Refleksi Cinta bersama kader RBM, aktivitas ini menjadi jembatan emosional antara anak dan orang tua, sekaligus menciptakan rasa aman agar anak lebih rileks saat memasuki sesi terapi.

Sebanyak 50 anak penyandang disabilitas mengikuti terapi yang mencakup aspek fisik, mental, dan intelektual. Program ini terlaksana melalui kolaborasi RBM Kelurahan Cibabat dengan Yayasan Rumah Kreatif Bunda Mei (RKBM), menghadirkan layanan terapi yang inklusif dan berbasis kebutuhan anak.

Terapi Seni dengan Sentuhan Cinta

Carissa Adelia, siswi kelas III SLB, dengan kategori tuna grahita, Kelurahan Cibabat, Kota Cimahi (24/12/2025).

Sesi terapi dipandu oleh Mei Suprihartini, S.T., CHA, atau yang akrab disapa Bunda Mei, seorang grafolog sekaligus konselor kesehatan mental. Ia menghadirkan metode “Art Therapy Reflection of Love”, yaitu terapi seni yang memadukan ekspresi emosi, refleksi diri, dan simbol cinta dalam suasana yang menyenangkan.

Beragam metode diterapkan, mulai dari terapi menggambar dan mewarnai, art therapy ekspresif, hingga menulis sederhana untuk menyalurkan emosi. Pendekatan ini membantu anak mengekspresikan perasaan, meningkatkan empati, serta memperkuat aspek afeksi melalui seni.

stimulasi intelektual yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing, Kota Cimahi (24/12/2025).

Tak hanya itu, anak-anak juga mendapatkan terapi fisik ringan menggunakan minyak zaitun dan ramuan herbal alami dengan teknik pijatan lembut yang aman dan menenangkan.

“Terapi mental tidak harus selalu kaku dan serius. Dengan seni, sentuhan lembut, dan cinta, anak-anak merasa lebih diterima. Dari rasa nyaman itulah kepercayaan diri dan pemulihan emosi tumbuh,” ujar Bunda Mei.

Kisah Anak-Anak Penerima Manfaat

Bunda Mei dan Shafira Putri Andrian, siswi kelas X SLB Prima Bakti Mulya, Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (24/12/2025).

Beberapa anak yang mengikuti terapi antara lain Carissa Adelia, siswi kelas III SLB dengan kategori tuna grahita, serta Shafira Putri Andrian, siswi kelas X SLB Prima Bakti Mulya dengan kondisi speech delay dan trauma. Keduanya mengikuti rangkaian terapi yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

Kegiatan ini juga didampingi oleh para kader RBM Kelurahan Cibabat, yakni Hj. Tjitji Fitriani, Lilis Juariah, Imas Hayati, dan Iis Meylania. Mereka berperan aktif memastikan pendampingan berjalan optimal.

“Melalui program RBM, kami berupaya memastikan anak-anak disabilitas mendapatkan pendampingan yang tepat dan berkelanjutan, baik secara fisik maupun emosional. Ini adalah bentuk kepedulian nyata kelurahan,” ujar Hj. Tjitji Fitriani.

Komitmen Pelayanan Inklusif

Program terapi rehabilitasi ini diharapkan dapat menjadi model pelayanan berbasis komunitas yang tidak hanya fokus pada pemulihan fisik, tetapi juga penguatan mental, Kota Cimahi (24/12/2025).

Perwakilan Kelurahan Cibabat, Endang Rohana, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pelayanan sosial dan kesehatan yang inklusif di tingkat kelurahan.

Program terapi rehabilitasi ini diharapkan menjadi model layanan berbasis komunitas yang tidak hanya berfokus pada pemulihan fisik, tetapi juga penguatan mental, emosional, dan sosial anak disabilitas, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah kelurahan, kader RBM, dan lembaga profesional.


Reportase : Virgi Ali
Jurnalis : Virgi Ali
Editor : Ghaza

0 Komentar

Iklan Banner

Pasang Iklan Disini

Type and hit Enter to search

Close